JAKARTA – Kepala Badan Nasional Pencariandan Pertolongan, kini resmi menyandang pangkat bintang tiga di pundaknya pada Jumat (5/1/2017).

Pangkat bintang tig aMarsekal Madya TNI M. Syaugi, S.Sos., M.M diperoleh setelah 11 bulan menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Pencarian da nPertolongan (Basarnas). Jenderal bintang tiga ini pun tidak lupa menggelar tasyakuran atas kenaika npangkatnya, Senin (8/1/2017).

DSC_7927.JPG

Acara yang berlangsung secara sederhana ini dihadiri para pejabateselon I dan II di lingkungan Kantor Pusat Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. Turut serta dalam acara tersebut Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) beserta para pengurun DWP Pusat.

Sambutan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan menjadi pembuka dalam tasyakuran tersebut. Disampaikan Kepala Basarnas bahwa rezeki yang didapatkan tidak akan pernah tertukar. Apa yang mejadi keinginan manusia belum tentu menurut Tuhan adalah kebutuhan yang harus dipenuhi.

DSC_7963.JPG

“Sering yang saya katakan bahwa rezeki tidak akan tertukar kita selalu mengingkan sesuatu yg kita inginkan padahal keinginan kita belumtentu tentu kebutuhan kita. Keinginan saya dari Pebruari ini sudah bintang tiga ternyata kebutuhan saya baru bulan ini. Jd itu semua tidak ada yg kebetulan memang itu sudah direncakan Yang Maha Kuasa. Kadang kita suka tidak memahami hal tersebut, ini semua perlu menjadi pelajaran buat kita”, ujarnya Ditambahkan bahwa dalam berdoa ada tiga macam yakni doa yang langsung dikabulkan, doa yang dikabulkan tetapi ada jeda waktu, dan doa yang tidak dikabulkan.

DSC_7932.JPG

“Saya dulu sering mengatakan doa ada tiga macam. Doa pertama kalau kita berdoa dengan khusyuk malam hari menangis doa kita langsung dikabulkan berarti kita sudah melaksanakan perintah dan larangannya dengan baik. Doa yang kedua kita berdoa dengan khusyuk menangis minta kepada Tuhan dikabulkan tapi ada jeda waktu artinya kita diuji untuk mendapatkan keinginan,bisa atau tidak melewati ujian. Doa yang ketiga doa dengan khusyuk menangis malam hari ingin sesuatu tapi tidak dikabulkan artinya Tuhan punya rencana yg lebih baik”, sambungnya.

Diakhir sambutan Kepala Basarnas berpesan sebagai manusia harus selalu bersyukur terhadap apa yang dimiliki, apa yang dihadapi itu adalah hal terbaik untuk saat ini. “Banyak keinginan-keinginan kita yang blm tercapai saat ini sering saya katakan bahwa nikmati saja Insyaallah indah pada waktunya”, tutupnya.

Usai sambutan acara dilanjutkan dengan pembacaan doa dan pemotongan tumpeng oleh Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. (an)