Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR-RI, Basarnas Sampaikan Evaluasi Pelaksanaan Siaga SAR Khusus Libur Nataru 2024/2025
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Kusworo hadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI terkait evaluasi pelaksanaan Angkutan Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), Kamis (23/01/2025).
Kabasarnas memaparkan pelaksanaan Siaga SAR Khusus Nataru sebagai upaya mengantisipasi kondisi kedaruratan akibat meningkatnya arus penumpang dan mobilitas masyarakat. Siaga SAR Khusus telah diselenggarakan sejak 17 Desember 2024 dan ditutup 6 Januari 2025 lalu.

“Untuk mewujudkan pelayanan SAR yang Quick Action, Basarnas mengerahkan seluruh sumber daya, baik personel maupun sarana-prasarana darat, laut dan udara di tingkat pusat hingga di Kantor SAR,” papar Kabasarnas.
Kabasarnas juga melaporkan hasil pelaksanaan operasi SAR selama Siaga SAR Khusus Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 yang dilaksanakan di seluruh Kantor Pencarian dan Pertolongan di Indonesia.
“Basarnas telah melaksanakan Operasi SAR sebanyak 159 operasi, dengan rincian laka pesawat udara nihil, laka kapal 57 kejadian, bencana alam 3 kejadian, kondisi membahayakan manusia 90 kejadian, dan laka dengan penanganan khusus 9 kejadian,” jelas Kabasarnas.

Dalam pelaksanaan Siaga SAR Nataru 2024/2025, Basarnas menghadapi beberapa kendala yang cukup menjadi perhatian penting, diantaranya kurangnya edukasi tentang resiko bahaya dan fasilitas keselamatan kepada para pengunjung di tempat wisata.
Seluruh jajaran anggota Komisi V DPR RI menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Basarnas selama pelaksanaan Siaga SAR Khusus Nataru 2024/2025. Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, meminta untuk kedepannya Basarnas dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanganan kecelakaan dan bencana. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menambah personil dan meningkatkan pelatihan sumber daya manusia, termasuk potensi SAR.
Rapat juga dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.
