Jakarta -- Sebanyak 38 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pagi ini (24/7), menuju Istora Senayan Jakarta untuk mengikuti kuliah umum Presiden atau Presidential Lecture 2019 bersama 6000 CPNS lain dari 76 kementerian/lembaga dan 34 provinsi. Kegiatan yang diusung Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) yang kedua kalinya ini bertemakan "Bersinergi untuk Melayani".
Acara ini dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Syafruddin, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro , serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.
Turut hadir dari Basarnas Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Mayjend TNI Nugroho Budi Wiryanto, S.Ip., serta Kepala Biro Hukum dan Kepegawaian Abdul Haris Achadi, S.H., Dess.
Adapun tujuan penyelenggaraan Presidential Lecture 2019 adalah untuk meningkatkan pelayanan publik yang merupakan salah satu sasaran penting dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Untuk mewujudkan hal tersebut maka diperlukan SDM yang berkualitas.
Dalam acara tersebut, para CPNS mendapat arahan strategis dari Wakil Presiden dan beberapa tokoh penting dalam menjalani tugas negara sehingga mendapatkan pengetahuan dan memahami tantangan yang akan dihadapi.
Dalam arahannya Jusuf Kalla menyampaikan bahwa tugas utama seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah melayani masyarakat dengan baik dan tertib. Jangan berprinsip PNS dilayani, dihormati, ingin mendapat fasilitas yang lebih baik. Itu tentu pikiran-pikiran masa lalu yang sudah harus diubah. Kita harus berpikir lebih baik dan lebih maju.
"Bagaimana melayaninya tentu berbeda-beda tergantung dari tugasnya masing-masing instansinya. Seorang guru melayani dengan mengajar. PNS yang berada di kantor pejabat tinggi juga melayani yang artinya mempercepat peoses birokrasi di kantornya masing-masing, jangan berprinsip jika dapat diperlaman untuk apa dipercepat", jelas JK.
"Kalian semua CPNS yang hadir harus mau belajar dari senior-senior di kantor anda masing-masing. Belajar dari keberhasilan dan kegagalan para senior agar menjadikan anda PNS yang lebih baik lagi", sambungnya.
Jika tahun sebelumnya seluruh peserta memainkan angklung secara bersamaan, Presidential Lecture kali ini menampilkan perkusi yang dimainkan secara serentak. (an)




