Komisi V DPR RI Apresiasi Kinerja Basarnas di Tengah Keterbatasan Anggaran APBN

Jakarta — Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, memberikan apresiasi terhadap kinerja Basarnas yang dinilai tetap optimal dalam menjalankan tugas pencarian dan pertolongan di tengah keterbatasan anggaran APBN. Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi V DPR RI, Jakarta, Selasa (19/5).

Dalam sambutannya, Lasarus menilai Basarnas mampu menunjukkan kinerja yang baik dan konsisten dalam setiap operasi SAR yang dilaksanakan.

“Basarnas ini dari tahun ke tahun kita tahu sendiri anggarannya terbatas, namun seluruh operasi yang dilaksanakan dapat diselesaikan dengan baik. Ini tentu patut diapresiasi,” ujar Lasarus.

Dalam rapat tersebut, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memaparkan capaian pelaksanaan program kerja serta penggunaan anggaran yang difokuskan untuk mendukung operasional pencarian dan pertolongan. Evaluasi juga dilakukan terhadap efektivitas penggunaan anggaran dan penguatan tata kelola kelembagaan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Kepala Basarnas menyampaikan bahwa pagu akhir anggaran Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp1,455 triliun diperoleh setelah melalui proses penyesuaian kebijakan, blokir anggaran, serta penajaman belanja kementerian/lembaga sesuai arahan Presiden. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga efektivitas penggunaan APBN sekaligus memastikan pelaksanaan tugas pencarian dan pertolongan tetap berjalan optimal.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, dan dukungan operasional SAR. Selain itu, penggunaan anggaran juga diarahkan pada penguatan kesiapsiagaan personel, peningkatan sarana dan prasarana SAR, serta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat dalam setiap pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.

Hingga Mei 2026, Basarnas terus mengoptimalkan realisasi anggaran melalui percepatan pelaksanaan program kerja dan penguatan dukungan operasional. Realisasi anggaran diprioritaskan untuk mendukung kesiapan operasi SAR, peningkatan fasilitas pendukung, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Dalam rapat tersebut, Basarnas juga melaporkan pelaksanaan 784 operasi SAR hingga Mei 2026 dengan total penanganan sebanyak 5.085 korban dari berbagai kondisi kecelakaan, bencana, dan situasi membahayakan manusia. Operasi SAR yang dilaksanakan meliputi kecelakaan kapal, kecelakaan udara, bencana alam, hingga penanganan kondisi khusus lainnya.

Kabasarnas turut memaparkan sejumlah operasi SAR menonjol sepanjang tahun 2026 yang dilaksanakan dengan melibatkan personel, alutsista, dan koordinasi lintas instansi guna memastikan proses pencarian dan pertolongan berjalan cepat, efektif, dan tepat sasaran.

Selain pelaksanaan operasi, Basarnas terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui pelatihan, simulasi, dan peningkatan kapasitas personel SAR. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh unsur SAR siap menghadapi kondisi darurat dan mampu memberikan respons cepat terhadap setiap kejadian.

Melalui RDP bersama Komisi V DPR RI, Basarnas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola anggaran, meningkatkan akuntabilitas kinerja, serta mengoptimalkan kualitas layanan pencarian dan pertolongan bagi masyarakat Indonesia.