Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan " Profesional, Sinergi, Dan Militan " Pengaduan Masyarakat melalui Telepon (021) 65867510/11, Whatsapp (085289000115), E-mail : Pengaduan@basarnas.go.id


EVAKUASI KORBAN YANG TERJEBAK DI GEDUNG


Padang – Minggu (24/09) telah terjadi gempa berkekuatan 7,9 SR yang mengakibatkan runtuhnya sebagian gedung Kantor Bupati Pasaman Barat dan rusaknya tangga penghubung antara lantai dasar ke ruangan Bupati Pasaman Barat yang berdampak pada terjebaknya Bupati dan dua orang staf. Mendapat laporan tersebut, tim rescue dari Pos SAR Pasaman diberangkatkan ke lokasi kejadian dan dibantu oleh PMI Pasaman Barat serta TRC BPBD Pasaman Barat.Sesuai rencana, tim dibagi menjadi dua kelompok yaitu tim Alfa dan Bravo. Tim Alfa bertugas untuk melakukan penyelamatan di bagian atas gedung Kantor Bupati Pasaman Barat. Tim Alfa pun langsung bergerak untuk mencari akses pembuatan anchor point atau tambatan serta melakukan penanganan medis awal kepada para survivor. Selanjutnya, para survivor diturunkan melalui tali yang telah dipasang. Sementara tim Bravo yang ditugaskan untuk penyelamatan di bagian bawah mempersiapkan tandu basket serta menentukan anchor point untuk penarikan tali yang akan digunakan untuk mengevakuasi para survivor. Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh tim Alfa, para survivor dipastikan mengalami shock dan diperlukan penanganan medis lebih lanjut. Setelah para survivor berhasil diturunkan, mereka selanjutnya dievakuasi menuju RSUD Pasaman Barat dengan 3 unit ambulan PMI Pasaman Barat.Itulah skenario simulasi yang dilakukan oleh Bupati Pasaman Barat bersama dengan seluruh instansi terkait dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Palang Merah Indonesia (PMI) ke-72 di Kabupaten Pasaman Barat. Hal ini juga dilakukan untuk mengantisipasi gempa yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Di akhir kegiatan, Bupati Pasaman Barat pun turut mengimbau kepada seluruh masyarakat Pasaman Barat agar senantiasa bersikap siap dan siaga terhadap segala kemungkinan bencana alam yang terjadi di daerah tersebut."Kesiapan menghadapi dan mengurangi risiko bencana harus menjadi bagian dari budaya kita agar masyarakat selalu siap siaga dan tumbuh menjadi masyarakat yang tangguh terhadap bencana," ujarnya.



Kategori General Artikel .
Pengunggah : didit
24 September 22:20 WIB