Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan " Profesional, Sinergi, Dan Militan " Pengaduan Masyarakat melalui Telepon (021) 65867510/11, Whatsapp (085289000115), E-mail : Pengaduan@basarnas.go.id


TIGA ORANG HANYUT DI SUNGAI SINGKOYO, SATU DITEMUKAN MENINGGAL


LUWUK- Satu keluarga yang terdiri dari suami istri dan anak hanyut di sungai Singkoyo, desa Mekar Kencana, Kec. Toili, Kab. Banggai pada Selasa (25/8) pukul 15.00 wita.

Kantor Pencarian dan Pertolongan baru menerima laporan tersebut pada Selasa malam pukul 19.45 wita melalui Kapolsek Toili, Iptu Candra. Andrias Hendrik Johannes selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu membenarkan informasi tersebut. “Ia laporan sudah kami terima, adapun kejadian berawal pada Selasa 25 Agustus 2020 pukul 15.00 wita dimana satu keluarga yang berjumlah 3 orang hendak menyebrang sungai dengan saling berpegangan tangan. Namun, saat dipertengahan sungai tiba-tiba arus sungai deras sehingga menyeret korban. Ketiga korban bernama Wayan Suandita (L/45 thn), Wayang Sadiase (P/35 thn) dan Wayan Agus Pradita (16 thn). Menurut saksi mata, Wayan Agus Pradita (16 thn) yang merupakan anak korban terlepas. Beberapa saat kemudian pegangan Wayang Sadiase (35 thn) juga terlepas dari tangan suaminya Wayan Suandita (45 thn. Sang suami berusaha menolong anak dan istrinya namun naas ia juga ikut hanyut. Aparat Desa dan masyarakat setempat berusaha melakukan pencarian dan pada pukul 17.00 wita korban bernama Wayan Agus Pradita (16 thn) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. 

Satu tim rescue dari Pos SAR Luwuk telah diberangkatkan ke lokasi kejadian, tiba di lokasi kejadian tim langsung bergabung dengan unsur SAR yang sudah berada di posko. “Sekitar pukul 22.30 wita tim rescue yang berjumlah 6 orang tiba di lokasi dan langsung berkoordinasi dengan aparat desa Polsek Toili dan Babinsa selanjutnya dilakukan briefing dari hasil briefing tim SAR gabungan memutuskan pencarian untuk sementara dihentikan dan akan dilanjutkan esok hari sesuai rencana operasi yang telah ditentukan.
Rabu pagi pukul 07.00 wita tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap dua korban yang belum ditemukan, SRU 1 menggunakan 1 unit perahu karet melakukan penyisiran disepanjang lokasi kejadian. SRU 2 melakukan penyisiran di sisi kiri dan sisi kanan pinggir aliran sungai Singkoyo sepanjang 2 km. “Harapan saya semoga pencarian dilancarkan sehingga korban bisa secepatnya ditemukan, terang  Andrias Hendrik Jonannes yang juga sebagai SAR Mission Coordinator (SMC).

Unsur SAR terdiri dari Tim Rescue Pos SAR Luwuk, Polsek Toili, Polairud, Babinsa, Aparat Desa dan masyarakat setempat.



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita , Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : Daru Nugroho
26 August 7:00 WIB