Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan " Profesional, Sinergi, Dan Militan " Pengaduan Masyarakat melalui Telepon (021) 65867510/11, Whatsapp (085289000115), E-mail : Pengaduan@basarnas.go.id


SAREX Malindo 2021, Pesawat ATR72-600 dengan 40 Penumpang Lost Contact


TARAKAN – Pesawat ATR72-600 Callsign 9M-SRX rute Bandara Kota Kinabalu, Malaysia tujuan Bandara Sepinggan Balikpapan dengan jumlah POB 40 orang (5 Crew dan 35 Penumpang) hilang kontak. Kecelakaan pesawat ini diinformasikan dari AirNav/ATC Makassar dan diteruskan AirNav/ATC Tarakan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tarakan pada pukul 10.12 Wita, Rabu (8/12).

Kronologi kejadian, pesawat ATR72-600 berangkat dari Bandara Kota Kinabalu sekitar pukul 09.10 Wita dengan estimasi tiba di Bandara Sepinggan Balikpapan pukul 11.10 Wita. Pada pukul 09.55 Wita diketahui pesawat berada di atas Tawau, menginformasikan kepada ATC Kota Kinabalu dan ATC Tawau bahwa cuaca sangat buruk sehingga pesawat memutuskan untuk melakukan heading sejauh 130° dan menurunkan ketinggian dari 15.000 ke 11.000 Feet.

Pada pukul 10.00 Wita, ATC Kota Kinabalu menerima informasi dari pilot ATR72-600 bahwa pesawat mengalami kerusakan mesin dan akan melakukan pendaratan darurat di Tawau. Akan tetapi ketika ATC Kota Kinabalu dan ATC Tawau melakukan komunikasi dengan Pilot ATR72-600, pesawat tersebut telah hilang dari radar sehingga di putuskan bahwa ATR72-600 lost contact pada koordinat 03°53'.21"N 118°35'24."E.

Pada Pukul 10.02 Wita RCC Kota Kinabalu mengaktifkan detresfa untuk pesawat ATR72-600 Call Sign 9M-SRX dan disaat bersamaan ATC Kota Kinabalu mengirimkan informasi tersebut kepada ATC Ujung Pandang Makassar bahwa 9M-SRX lost contact. Dari informasi yang kemudian diteruskan ke ATC Tarakan, Kantor SAR Tarakan mengerahkan sebanyak 24 personelnya untuk melakukan operasi SAR dengan berkoordinasi dengan seluruh potensi yang ada di Provinsi Kaltara dan potensi di Malaysia.

Diketahui, ini merupakan skenario dalam simulasi SAR Exercise Malaysia-Indonesia (SAREX Malindo) 2021 dalam bentuk Command Post Exersice (latihan posko), yang digelar selama 1 hari pada Rabu (8/12) di Kantor SAR Tarakan. Dikatakan Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Pusat Agus Haryono, S.S, M.B.A, Kantor SAR Tarakan dan seluruh potensi SAR yang ada di Provinsi Kaltara melaksanakan latihan bersama (SAR Exercise) Malindo tahun 2021 antara pihak Indonesia dengan Malaysia.

“Dalam hal ini dari Indonesia diwakili oleh Basarnas dan didukung oleh seluruh potensi SAR yang ada di Kaltara kemudian pihak Malaysia diadakan bersama Civil Aviation Authority of Malaysia yang diwakili oleh Rescue Sub Centre (RSC) Kinabalu,” jelas Agus Haryono.

Tujuan SAREX Malindo 2021 meskipun dalam bentuk latihan posko lantaran dalam masa pandemi Covid-19, melatih kesiapsiagaan kedua negara dalam menghadapi kejadian kecelakaan penerbangan yang terjadi di wilayah perbatasan.

“Oleh karena itu untuk memelihara kesiapsiagaan kita, memelihara koordinasi yang sudah berjalan baik ini, Basarnas dan CAAM tetap melaksanakan program latihan SAR bersama ini meskipun kita laksanakan secara virtual karena kondisi pandemi. Jadi kondisi latihan ini kita laksanakan dalam bentuk command post exersice. Kita tidak mengerahkan unsur di lapangan karena kondisi sedang pandemi Covid-19. Jadi latihan ini tetap kita laksanakan tentunya tetap dengan mematuhi protokol kesehatan,” ujar Direktur Kesiapsiagaan Basarnas.

SAREX Malindo merupakan agenda rutin tahunan Basarnas dengan Malaysia karena sama-sama merupakan anggota dari International Civil Aviation Organization (ICAO) dan International Maritime Organization (IMO). Sehingga Malaysia dan Indonesia wajib memberikan pelayanan SAR di wilayah tanggungjawabnya. “Apabila terjadi kecelakaan pesawat udara ataupun kecelakaan kapal di wilayah perbatasan, tentunya ini menjadi tanggungjawab kedua negara untuk melaksanakan operasi SAR. Bagaimana kita dapat melaksanakan operasi itu secara baik, terkoordinir dan sinergi tentunya harus kita tingkatkan kesiapsiagaan salah satunya melalui program latihan bersama yang rutin kita laksanakan setiap tahun,” ungkapnya sembari menambahkan usai pelatihan akan dilaksanakan debriefing.

Dalam latihan koordinasi antara Rescue Sub Centre (RSC) Kinabalu dengan kantor SAR Tarakan, juga melibatkan seluruh potensi yang ada di Provinsi Kaltara antara lain Lantamal XIII Tarakan, Satrad 225, BMKG, Ditpolair Polda Kaltara, BPBD, AirNav Tarakan juga termasuk AirNav Makassar. (bba)

 



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita , Pelatihan .
Pengunggah : tarakan
8 December 18:10 WIB