Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan " Profesional, Sinergi, Dan Militan "


Ngobrol Pagi Pagi (Ngopi) Bahas Respons Kedaruratan Pada Kondisi Pandemi Covid-19


Jakarta- Kedeputian Bidang Bina Tenaga dan Potensi Pencarian dan Pertolongan menyelenggarakan Webinar Series Ngobrol Pagi-Pagi (Ngopi): Respons Kedaruratan pada Kondisi Pandemi Covid-19. Acara ini diselenggarakan atas kerja sama  Basarnas dengan OCHA Indonesia, Universitas Gajah Mada (UGM) dan Potensi SAR.  Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Kamis (18/06) pukul 10.00, dimana Narasumber saling memberikan  paparan dari beberapa tempat atau waktu yang berbeda, yakni Jakarta, Depok, Yogyakarta dan New Jersey. 

Dr. Tri Kuntoro Priyambodo, M.Sc dari FMIPA UGM  bertindak sebagai Moderator Webinar ini. Adapun enam Narasumber yang memberikan paparan berkaitan dengan webinar ini adalah yang pertama adalah Mayjen TNI (Mar) Bambang Suryo Aji, Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan Dan Kesiapsiagaan, memaparkan tentang Pelaksanaan Operasi SAR pada saat Pandemi Covid-19, kedua ada Victoria Saiz-Omenaca Kepala Kantor OCHA Indonesia/ASEAN Liaison Office yang memaparkan tentang bagaimana proses pemberian Bantuan Kemanusiaan Internasional, kemudian ada dr. Siswo P. Santoro, Sp.F.,S.H., MH. Kes, seorang Praktisi Medis yang membawakan materi Respons Kedaruratan Saat Pandemi Covid-19. Pemateri selanjutnya adalah Dr. Ir. Dina Ruslanjari, M.Si yang berasal dari Magister Manajemen Bencana UGM yang membawakan topik Respons Kedaruratan Pada Kondisi Pandemi Covid-19 Ditinjau dari Sudut Pandang Manajemen Bencana, kemudian ada Ir. Tanty Reinhart Thamrin, S.H., M.Sc seorang Praktisi Kebencanaan yang membahas tentang Pengelolaan Potensi Pencarian dan Pertolongan dalam Kondisi Covid-19. Sesi pemberian materi ditutup oleh Abdul Haris Achadi, S.H., DESS,  Deputi Bidang Bina Tenaga dan Potensi Pencarian dan Pertolongan yang mengangkat tema Kepemimpinan Kolaboratif.

Pandemi Covid-19 mengubah beberapa konsep dasar kehidupan manusia dengan segala interaksinya yang cukup signifikan, perubahan (disrupsi) itu memaksa manusia untuk beradaptasi dengan konsep "kenormalan baru". 
Disrupsi tersebut membuat Basarnas harus beradaptasi agar tetap bisa menjalankan beberapa tugas dan fungsinya, salah satunya bagaimana Basarnas tetap bisa mengedukasi anggotanya, masyarakat termasuk potensi-potensi SAR yang berada di seluruh Indonesia secara daring.

Sudah banyak Lembaga Pemerintah maupun non-Pemerintah di berbagai bidang yang melakukan Web Seminar (Webinar) ini untuk mengembangkan pengetahuan maupun kapasitas secara jarak jauh tanpa mengurangi kualitas pembelajaran itu sendiri, dan itulah trend kita saat ini.

Pelaksanaan Webinar kali ini berjalan sangat lancar, terdaftar sekitar 71 peserta yang ikut serta di aplikasi Zoom dan banyak juga yang mengikuti melalui live streaming Youtube Basarnas. Peserta Webinar ini terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan akademisi, para penggiat SAR, Potensi SAR, serta Pejabat Esselon II di Lingkungan Basarnas dan Kantor Pencarian dan Pertolongan di seluruh Indonesia. Antusias peserta juga nampak jelas pada sesi tanya jawab yang dijawab langsung oleh para Narasumber walaupun terbatas waktu. Selain itu hasil polling peserta Webinar menginginkan agar Webinar serupa tetap bisa dilaksanakan di lain waktu sebagai kelanjutan dari Webinar ini. (bert)

 



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita .
Pengunggah : Daru Nugroho
18 June 15:15 WIB