Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan " Profesional, Sinergi, Dan Militan " Pengaduan Masyarakat melalui Telepon (021) 65867510/11, Whatsapp (085289000115), E-mail : Pengaduan@basarnas.go.id


Kunjungan Dikbangspes Perwira Pertama ke Basarnas


JAKARTA – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mendapatkan kunjungan dari Dikbangspes Perwira Pertama/ PNS Golongan III Dokpol T.A 2018. Bertempat di ruang rapat utama Gedung Kantor Pusat Basarnas, sebanyak 30 perwira pertama yang didampingi Pusdokkes POLRI AKBP Suprastiono diterima langsung oleh Direktur Operasi Brigadir Jenderal Marinir Bambang Suryo Adi, Rabu (14/3/2018).

Perwira pertama yang terdiri dari 10 dokter, 18 perawat, dan 2 sarjana farmasi ini merupakan perwakilan dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Adapun tujuan kunjungan ini adalah untuk mengetahui sejauhmana kontribusi yang dapat diberikan dokpol terutama saat pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan. Disamping itu mereka juga ingin mengetahui apa saja yang menjadi tugas pokok dan fungsi Basarnas, mengingat selama ini sering keterlibatan Basarnas dengan dokpol sering terjadi di lokasi bencana ataupun kecelakaan.

Dalam kunjungan ini Basarnas memberikan pemaparan terkait apa saja yang menjadi tugas dan fungsi Basarnas sesuai dengan yang diamantkan Undang-Undang No. 29 Tahun 2014. Usai menyimak paparan yang disampaikan oleh Kasie Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi Kecelakaan Kapal dan Pesawat Udara Danang Priandoko, salah seorang siswa menanyakan mengenai bagaimana proses rekrutmen para rescuer dan pembinaan potensi yang dilakukan Basarnas.

“Rekrutmen kita melaksanakan dari penerimaan anggota. Setelah diterima lalu melaksanakana pelatihan. Kita juga punya balai diklat yg ada di jonggol. Pelatihan dilakukan sesuai prosedur, apa dan berbuat apa untuk orang setingkat rescuer”, jelas Direktur Operasi.

kunjungan dokpol 3.JPG

“Kita juga punya BSG (Basarnas Special Group) ini kalau dikatakan setingkat pasukan khusus. Mereka dilatih selain dari Basarnas juga dari TNI sehingga tahan banting. Latihan-latihan khusus harus mereka miliki karena penanganannya juga khusus dan orang-orangnyanya juga yang khusus”, sambungnya.

Sementara terkait pembinaan potensi, Kasubdit Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi SAR Agus Haryono menyampaikan bahwa pembinaan potensi sesuai Undang-Undang No 29 Tahun 2014, Basarnas wajib melibatkan dan melakukan pembinaan potensi. “Seluruh potensi berhak meminta pembinaan kepada kantor SAR terdekat yang tentunya disesuaikan degan kemampuan personil serta potensi kerawanan musibah, misalkan di daerah tersebut, misalkan daerah rawan banjir diberikan pelatihan water rescue, daerah pegunungan hutan pelatihan jungle rescue. Terkait pembinaan itu memang sudah kewajiban basarnas untuk memberikan kepada potensi”, pungkas Agus.

kunjungan dokpol 2.jpg

Selanjutnya seluruh perwira mengunjungi Basarnas Command Center (BCC) untuk lebih mengetahui bagaimana proses pengendalian operasi yang dilakukan Basarnas selama 24 jam. Disini mereka dijelaskan aplikasi-aplikasi tercanggih yang digunakan Basarnas dalam melaksanakan pencarian dan pertolongan di Indonesia. (an)



Kategori General Artikel .
Pengunggah : ratri dwiyani
14 March 16:40 WIB