Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan " Profesional, Sinergi, Dan Militan " Pengaduan Masyarakat melalui Telepon (021) 65867510/11, Whatsapp (085289000115), E-mail : Pengaduan@basarnas.go.id


Komisi V DPR RI Lakukan Kunjungan Spesifik ke Balai Diklat Basarnas


Jonggol - Rombongan Anggota Komisi V DPR RI dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI H. Muhamad Arwani Thomafi, melakukan kunjungan kerja spesifik ke Balai Diklat Basarnas, Cariu,Jonggol, Jawa Barat, Jumat (1/10/2021). Maksud kunjungan kerja spesifik tersebut adalah untuk melihat secara langsung rencana proses kegiatan belajar mengajar secara tatap muka pada masa pandemic Covid-19 di Balai Diklat Basarnas. Deputi Bina Tenaga dan Potensi SAR Basarnas A. Haris Achadi S.H., DESS mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas dukungan Komisi V DPR RI terhadap Basarnas.
Sesuai program kerja Pemerintah Tahun 2019-2024, prioritas kerja Presiden yaitu pembinaan sumber daya manusia untuk menghasilkan SDM yang unggul dan maju. Untuk mendukungnya, Basarnas telah memprogramkan kegiatan peningkatan kompetensi SDM tenaga pencarian dan pertolongan. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Balai Diklat Basarnas. Kurikulum Diklat Basarnas merujuk pada kompetensi teknis bidang pencarain dan pertolongan dengan berbagai referensi dalam dan luar negeri. Beberapa diklat tidak hanya diikuti oleh rescuer Basarnas, tetapi juga diikuti peserta dari berbagai instansi pemerintah, swasta, potensi SAR, dan instansi SAR luar negeri. Beberapa Negara memberikan kepercayaan kepada Basarnas untuk mendidik dan melatih personel Rescuernya di Balai Diklat Basarnas, selanjutnya mereka menjadi mentor di negaranya.
Beberapa hal dibahas dalam kunjungan tersebut antara lain terkait kemanfaatan Balai Diklat untuk  masyarakat sekitar. Deputi Bin-gapot mengatakan bahwa meskipun selama ini kegiatan di Balai Diklat adalah memberikan pelatihan di bidang SAR, tetapi apabila diperlukan untuk operasi pencarian dan pertolongan, Balai Diklat akan mengirimkan personilnya untuk melakukan pertolongan, seperti banjir dan lainnya. “Ke depan kemanfaatan keberadaan Balai Diklat bagi masyarakat sekitar akan lebih ditingkatkan lagi dalam bidang yang lainnya,” terangnya.
Melengkapi apa yang disampaikan Deputi, Kepala Balai Diklat Iwan Rosyadi mengungkapkan kemanfaatan Balai Diklat, “Di samping keterbatasan personil kami tetap berusaha untuk memberi manfaat ke masyarakat sekitar, seperti melakukan pertemuan dengan potensi SAR di sekitar sekedar untuk coffee morning, bahkan memberikan pelatihan kepada mereka.” Bahkan ketika musim kemarau, Balai Diklat memberikan bantuan kepada lingkungan sekitar yang kekurangan air. 
Terkait dengan kelas atau level jabatan, Balai Diklat dipimpin seorang kepala yang setara dengan Eselon III, atau satu tingkat di bawah Direktur. Beberapa tahun yang lalu Basarnas telah mengajukan kepada Kemenpan-RB kiranya Balai Diklat tidak hanya ada di wilayah Jakarta, tetapi juga di Wilayah tengah dan timur, namun belum terealisasikan hingga saat ini, salah satunya juga karena penyederhanaan birokrasi. “Namun demikian, kami selalu berupaya bahwa apa yang kami berikan kepada masyarakat tidak berhenti karena karena adanya kendala dalam penyederhanaan struktur organisasi ini,” tegas Deputi. Oleh karena itu Basarnas memiliki strategi bagaimana melakukan pelatihan kepada potensi pencarian dan pertolongan  kepada tenaga-tenaga yang ada di Kantor Pencarian dan Pertolongan menjadi instruktur. Pelatihan-pelatihan potensi juga dilakukan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan. Tentunya apabila ada Balai Diklat di beberapa wilayah maka yang akan melakukan pelatihan adalah Balai Diklat. “Kami tidak menyerah terhadap kondisi atau kendala-kendala tadi, karena kami dididik oleh Kabasarnas dari tahun ke tahun supaya tetap semangat dan optimis apapun yang menjadi kendala kita harus hilangkan,” ungkapnya.
Selain beberapa hal yang dibahas tersebut, Deputi menambahkan bahwa pada Tahun 2023 Basarnas berencana meningkatkan kualifikasi tim SAR (INASAR) dari klasidikasi medium ke “heavy class” yang rencananya akan dinilai oleh Tim INSARAG. Dalam mendukung assesment tersebut , Tim SAR (INASAR) berencana membentuk SAR Dog (K-9) yang merupakan mandatory untuk mendukung penilaian heavy class. Terkait hal tersebut tim INASAR perlu didukung fasilitas/simulator yang memadai di Balai Diklat. Karena itu Balai Diklat Basarnas saat ini sedang proses pembangunan fasilitas/simulator Urban SAR. 
Sesuai ketentuan Pasal 59 ayat (3) tata tertib DPR RI Nomor 1 Tahun 2020, hasil kunjungan kerja ini akan dilaporkan dalam Rapat Komisi dan dijadikan bahan pembahasan dalam rapat kerja dan RDP dengan Kementerian/Lembaga Mitra Kerja Komisi V DPR RI untuk ditentukan tindak lanjutnya. (tik)



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita .
Pengunggah : Daru Nugroho
1 October 17:00 WIB