Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan " Profesional, Sinergi, Dan Militan " Pengaduan Masyarakat melalui Telepon (021) 65867510/11, Whatsapp (085289000115), E-mail : Pengaduan@basarnas.go.id


Kabasarnas: Tingkatkan Kesiapsiagaan Jelang Pancaroba


JAKARTA - Memasuki musim penghujan, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsdya TNI Bagus Puruhito, S.I.P, M.M., memberikan instruksi agar seluruh pegawai di lingkungan Basarnas baik di tingkat pusat maupun daerah meningkatkan kesiapsiagaannya. Instruksi tersebut berdasarkan data pada tahun-tahun sebelumnya, dimana pada masa perubahan musim selalu terjadi musibah seperti bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, puting beliung, dan sebagainya. 

“Kita akan memasuki masa pancaroba. Kita tidak ingin terjadi atau ada musibah di tanah air selama perubahan musim dari kemarau ke musim penghujan tahun ini. Namun, kita semua menyadari bahwa musibah itu memiliki sifat unpredictable atau tidak dapat kita prediksi sebelumnya. Karena itu, saya perintahkan kepada seluruh pegawai di lingkungan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dari sabang sampai Merauke untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan musim tersebut,” tegas Kabasarnas di ruang kerjanya, Jl Angkasa Blok B-15 Kav. 2-3 Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019).
Untuk itu, Kabasarnas meminta kepada seluruh pegawai, khususnya para rescuer untuk menjaga kesehatan dan kebugaran diri (indivindu), solid dalam tim, serta mempersiapkan segala peralatan maupun sarana prasarana yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan operasi SAR. 

“Kesiapsiagaan itu kita landasi dengan nilai-nilai moral dalam bekerja, yaitu profesional, sinergitas, dan militan,” ungkapnya. 
Selain itu, Kabasarnas juga memerintahkan kepada seluruh jajaran di lingkungan Korps Baju Orange tersebut untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Potensi SAR serta upaya-upaya SAR preventif guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa jika terjadi musibah.

“Saya juga menghimbau kepada masyarakat khususnya yang berada di kawasan-kawasan yang berpotensi terjadi kedaruratan baik kecelakaan, bencana, maupun kondisi membahayakan manusia untuk selalu waspada. Awareness itu harus terus menerus kita sampaikan ke masyarakat sebagai bagian dari SAR Preventive guna mengantisipasi dan meminimalisir jatuhnya korban jiwa saat terjadi musibah,” jelasnya. 
Kabasarnas berharap, semakin banyak masyarakat yang memahami SAR preventive maka akan semakin cepat pula membangun budaya SAR di masyarakat. 

“Budaya SAR yang dilandasi dengan semangat gotong royong itu menjadi harapan kita semua dalam membangun tradisi masyarakat yang kuat, masyarakat yang tangguh, dalam menghadapi berbagai ancaman yang ada di lingkungannya masing-masing. Mewujudkan budaya SAR adalah keniscayaan bagi kita semua,” pungkasnya. 

Harus disadari, kondisi geografis, geologis, dan hidrografis wilayah NKRI yang 2/3 wilayahnya adalah perairan memang rentan terhadap musibah. Indonesia yang berada di antara dua benua (Australia dan Asia) serta dua samudera (Pasifik dan Hindia) merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia juga dilalui oleh lintasan cincin api (ring of fire) dengan jumlah gunung berapi aktif sekitar 170, terbanyak di dunia. Indonesia yang jumlah penduduknya berada pada posisi ke 4 dunia saat ini dengan jumlah penduduk 260 juta jiwa menggunakan berbagai moda transportasi baik darat, laut, maupun udara untuk aktivitasnya.

Yang tidak kalah pentingnya, struktur bumi Indonesia berdiri di atas 4 lempengen aktif bumi, yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Euro Asia, lempeng Pasifik, dan lempeng Philipina. Keempat lempeng bumi tersebut terus menerus bergerak dan berpotensi menimbulkan gempa dengan segala dampak yang ditimbulkan seperti tsunmi. 

“Kita hidup di alam yang terkenal gemah ripah loh jinawi (subur makmur). Namun, kita semua juga harus menyadari bahwa kondisi geografis, geologis, dan hidrografis tersebut dapat sewaktu-waktu mengancam kehidupan kita. Jadi kita harus waspada, bersahabat, dan menjaga keseimbangan dengan alam dan lingkungan kita semua,” tuturnya. (humas)



Kategori Berita Kansar , Agenda Pusat .
Pengunggah : Recylia
21 October 14:05 WIB