Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan " Profesional, Sinergi, Dan Militan " Pengaduan Masyarakat melalui Telepon (021) 65867510/11, Whatsapp (085289000115), E-mail : Pengaduan@basarnas.go.id


BASARNAS GELAR RAPAT KOORDINASI PENCARIAN DAN PERTOLONGAN GUNA MEMINIMALISIR DAMPAK KORBAN AKIBAT KECELAKAAN PENERBANGAN


Tangerang - Bandara Internasional Soekarno Hatta merupakan salah satu bandara di Indonesia yang tersibuk jalur penerbangannya. Kurang lebih terdapat sekitar 1200 pergerakan pesawat per hari nya ,dan rata-rata ada 72 pergerakan pesawat udara yang melintas melalui bandara terbesar di Indonesia ini, yang secara proporsional dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan. Kecelakaan penerbangan merupakan hal yang tidak dapat terduga kapan itu akan terjadi, dan setiap musibah tersebut terjadi selalu menyebabkan duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Maka dari itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) selaku leading sector di bidang pencarian dan pertolongan berdasarkan undang--undang nomor 29 tahun 2014, selalu melakukan upaya antisipasi untuk meminimalisir korban jiwa akibat dampak dari kecelakaan penerbangan tersebut. Salah satunya adalah melakukan Rapat Koordinasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) bersama stakeholder pendukung di setiap wilayah kerja Kantor SAR seluruh Indonesia. Kantor SAR Jakarta yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari BASARNAS pada selasa (14/6) melaksanakan Rapat Koordinasi SAR bersama stakeholder di lingkungan Bandara Internasional Soekarno Hattta yang bertempat di Novotel Tangerang, Banten. Rapat koordinasi ini dihadiri kurang lebih 50 peserta rapat yang terdiri dari BASARNAS, TNI, POLRI, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Pemerintah Kota Tangerang, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Propinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, PT.Angkasa Pura II, dan Pihak Otoritas yang ada di Lingkungan Bandara Internasional Soekarno Hatta. "Rapat Koordinasi SAR pada tahun 2022 ini kita akan membahas tentang bagaimana penanganan apabila terjadi kecelakaan penerbangan di perairan (ditching) sekitar Bandara Internasional Soekarno Hatta." tegas Hendra Sudirman, S.E., M.Si., Kepala Kantor SAR Jakarta. Beliau juga mengungkapkan bahwa dengan diadakan  Rapat koordinasi SAR ini bisa menyamakan pola pikir dan pola tindak serta terwujudnya koordinasi yang baik antara Kantor SAR Jakarta dengan lembaga atau instansi terkait baik pihak pengelola maupun pihak otoritas Bandara Internasional Soekarno Hatta dalam penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan penerbangan khususnya ditching. Di lain sisi PT. Angkasa Pura II yang mewakili pihak pengelola Bandara Internasional juga menyambut baik dengan diadakannya rapat koordinasi SAR tersebut. "Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh Kantor SAR Jakarta dan pengalaman yang sangat berharga dimana pada kali ini menitikberatkan dan fokus kesiapan stakeholder bandara terhadap penanganan keadaan emergency khususnya pada saat ditching di perairan." ungkap Agus Haryadi, S.H., M.BH., Executive General Manager PT.Angkasa Pura II. Dirinya juga berharap melalui kegiatan ini dapat dijadikan momentum untuk memantapkan koordinasi supaya sinergitas dan soliditas bisa terjalin dalam upaya Cepat Tanggap pelayanan pencarian dan pertolongan (Quick Response SAR) sehingga  korban jiwa juga dapat diminimalisir dengan aman. 

 



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita .
Pengunggah : jakartaadmin
14 June 15:00 WIB