Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan " Profesional, Sinergi, Dan Militan " Pengaduan Masyarakat melalui Telepon (021) 65867510/11, Whatsapp (085289000115), E-mail : Pengaduan@basarnas.go.id


BASARNAS BALI RESMI TUTUP PELATIHAN TEKNIS PERTOLONGAN PERTAMA DI KABUPATEN BULELENG


BULELENG --- Setelah melaksanakan pelatihan teknis pertolongan pertama/ Medical First Responder sejak hari Selasa (22/3/2022), akhirnya seluruh peserta telah mendapatkan materi dan praktek tentang teknis pertolongan pertama. Acara ditutup secara resmi oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali), Gede Darmada, S.E., M.A.P. bertempat di halaman Pos SAR Buleleng, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Dalam kesempatan tersebut Gede Darmada mengatakan bahwa pelatihan teknis portolongan pertama ini cenderung lebih sulit dibandingkan pelatihan-pelatihan yang lain. "Benar, pelatihan ini lebih sulit dibandingkan pelatihan SAR lainnya, karena peserta harus mengingat bagian-bagian dari anatomi tubuh manusia agar dapat memberikan pertolongan pertama dengan baik, " imbuhnya. Pelatihan teknis ini adalah pelatihan yang setingkat lebih tinggi dari pelatihan dasar, diharapan peserta dapat mengaplikasikan seluruh materi pelajaran yang didapat saat memberikan pertolongan pertama sebelum tim medis datang.

 

Pelaksanaan pelatihan teknis pertolongan pertama yang sejatinya dilaksanakan hingga tanggal 28 Maret 2022 dipadatkan satu hari lebih awal yaitu pada Minggu, (27/3/2022). Seluruh peserta sangat antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan baik materi dan praktek yang diberikan oleh Instruktur profesional. Kreteria sertifikasi yang telah ditetapkan oleh Basarnas adalah peserta mampu mengikuti jam pelajara hingga mencapai 72 jam. "Saya sangat terkesangan dengan semangat para peserta, mau belajar dari pagi hingga malam hari, semoga kedepannya semangat ini tetap ada demi memberikan pelayanan SAR secara cepat kepada masyarakat dengan keberadaan potensi SAR, khususnya di Kabupaten Buleleng," terang Darmada.

 

Setelah tersertifikasi  peserta diharapkan mampu melakukan teknik-teknik pertolongan diantaranya penilaian korban, pemindahan korban, bantuan hidup dasar, resusitasi jantung paru, terapi oksigen, penanganan patah tulang, cedera jaringan lunak dan organ dalam, penanganan luka bakar dan cedera kepala, dada dan tulang belakang.

 

Dalama sambutannya, Gede Darmada menjelaskan bahwa Kabupaten Buleleng termasuk kabupaten yang rawan akan terjadinya bencana dan kecelakaan. Untuk itu diperlukan kesigapan tim penolong dalam memberikan pertolongan pertama/ medical first responder terhadap korban bencana atau kecelakaan yang memerlukan bantuan, sehingga semakin cepat respontime semakin besar pula kemungkinan korban bisa diselamatkan.

 

Acara penutupan pelatihan teknis pertolongan di Kabupaten Buleleng selesai dilaksanakan pukul 11.00 Wita. Sebagai simbolis telah berakhirnya pelatihan, Kepala Kantor Basarnas Bali melakukan pelepasan tanda peserta yang diwakilkan oleh 2 orang peserta. "Dengan berakhirnya pelatihan potensi teknis pertolongan pertama ini, nantinya dari 50 orang peserta 48 orang akan memperoleh sertifikasi  langsung dari Basarnas dan dianggap telah memiliki kemampuan di bidang pertolonga pertama. Disayangkan ada 2 orang lainnya dinilai belum mampu dalam memenuhi kreteria sertifikasi Basarnas," tutup Darmada. (Krs - Dps)



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita , Pengumuman .
Pengunggah : Liana
22 March 12:08 WIB