Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan " Profesional, Sinergi, Dan Militan " Pengaduan Masyarakat melalui Telepon (021) 65867510/11, Whatsapp (085289000115), E-mail : Pengaduan@basarnas.go.id


BASARNAS BALI ADAKAN RAKOR SAR DAERAH TAHUN 2021 


BADUNG --- Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) SAR Daerah Bali, Kamis (17/06/2021) bertempat di Infinity8 Hotel. Rakor SAR kali mengangkat tema "Melalui Rapat Koordinasi, Kita Tingkatkan Sinergitas Dalam Memberikan Pelayanan SAR di Bali". 

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar selaku Unit Pelaksana Teknis/Perpanjangan tangan dari Basarnas wajib melaksanakan tugas siaga 24 jam, Operasi SAR dan juga pembinaan potensi SAR. Keseluruhan tugas pokok dan fungsi itu harus didukung dengan adanya kerjasama dan koordinasi yang baik antara potensi SAR. Sinergitas menjadi hal yang sangat penting dalam kelancaran operasi pencarian dan pertolongan. Penyelenggaraan Rapat Koordinasi SAR inilah yang nantinya akan menjadi wadah untuk meningkatkan pelayanan SAR secara prima dan terdepan bagi kepentingan masyarakat. 

Sebagaimana diamanatkan melalui Undang - Undang Nomor 29 tahun 2014, Basarnas memiliki tugas pokok di bidang SAR terhadap penanganan kecelakaan penerbangan, pelayaran, kecelakaan dengan penanganan khusus, bencana dan tanggap darurat maupun kondisi membahayakan manusia di seluruh wilayah NKRI. Dalam melaksanakan mandat tersebut Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan bertanggung jawab langsung Kepada Presiden Republik Indonesia.
Kegiatan Rakor SAR dibuka secara langsung oleh Direktur Operasi SAR Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Rasman, M.Tr (Han). Dalam kesempatan tersebut Direktur Operasi Basarnas secara khusus hadir bertatap muka dengan potensi SAR, termasuk didalamnya yakni TNI/Polri dan Organisasi berpotensi SAR Lainnya. 

Dalam sambutannya Direktur Operasi Basarnas mengungkapkan bahwa kecelakaan dan bencana di Indonesia terus meningkat dari tahun ketahun dengan jumlah korban jiwa yang cukup banyak. Banyak kecelakaan terjadi karena kurangnya pengetahuan dan antisipasi masyarakat tentang potensi terjadinya kecelakaan. Diharapkan bersama-bersama mampu untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengambil tindakan pencegahan agar tidak terjadi korban jiwa dalam setiap terjadinya kecelakaan, dengan mengedepankan pola Quik Response Search and Rescue yaitu kecepatan dalam memberikan pencarian dan pertolongan serta mitigasi bencana, sehingga dapat mengurangi tingkat resiko pada suatu kecelakaan atau bencana. 

Selain itu Rasman, M.Tr. juga menegaskan tantangan kedepan penanganan pencarian dan lertolongan akan semakin berat. Masyarakat semakin kritis akan tuntutan keselamatan khususnya kepada petugas SAR, namun disatu sisi kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kecelakaan juga masi kurang. Hal inilah yang mendasari perlunya dilaksanakan evaluasi setiap saat lewat Rapat Koordinasi antara Basarnas dengan seluruh Potensi SAR agar dapat mengetahui apa yang menjadi kekurangan selama ini. Hasil dari pembahasan bisa menjadi patokan apakah diperlukan perbaikan dan diharapkan dapat menemukan formulasi yang tepat agar mampu melaksanakan dan mewujudkan misi, khususnya bagi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan yaitu menyelamatkan jiwa manusia. Basarnas juga senantiasa berupaya meningkatkan kapasitas SDM aparatur dan masyarakat melalui pembinaan dan peningkatan kemampuan SDM maupun peralatan yang dibutuhkan, selain itu juga melaksanakan pelatihan potensi SAR diseluruh wilayah Republik Indonesia. 

Dalam Rakor SAR tersebut, selain nara sumber dari Basarnas sendiri, hadir pula nara sumber dari Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Drs I Made Rentin, AP., M.Si. dan Kasubdit Patroli Airud Polda Bali, Kompol Landung Yunarwan. Masing-masing memaparkan terkait tugas dan fungsi instansinya, serta peranannya dalam misi kemanusiaan. Selama ini kerjasama dan kolaborasi telah berlangsung dengan baik. 

Usai acara pembukaan, dilanjutkan sesi ramah tamah. Sekitar pukul 13.30 wita para peserta masuk pada tahap pembahasan materi Penanganan korban terseret arus dan tersesat di gunung. Koordinasi dan sinergitas yang berkelanjutan diharapkan dapat mewujudkan kesatuan pola pikir dan pola tindak serta menghilangkan ego sektoral pada pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita .
Pengunggah : Daru Nugroho
17 June 16:20 WIB