DENGAN SINERGITAS DAN SOLIDITAS BASARNAS BERSAMA POTENSI SAR BERTEKAD MEWUJUDKAN PELAYANAN SAR YANG CEPAT DAN PRIMA


PEMASYARAKATAN

A. SAR GOES TO SCHOOL

SAR Goes to School (SGTS) adalah kegiatan pemasyarakatan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kepada anak-anak usia sekolah tentang pentingnya SAR Preventif. Melalui kegiatan ini anak-anak usia sekolah, baik dari pre-school hingga sekolah menengah atas diajarkan bagaimana mereka dapat menyelamatkan/rescue dirinya sendiri saat terjadi bencana, musibah atau kondisi membahayakan jiwa lainnya. Materi ini diberikan di sekolah-sekolah oleh Tim Basarnas baik dari Kantor Pusat atau dari Kantor Pencarian dan Pertolongan di masing-masing wilayah.

Kegiatannya bisa berupa simulasi gempa bumi, Uitemate/teknik mengambang dan menunggu pertolongan, Medical First Responder (MFR)/ Pertolongan pertama dalam kedaruratan serta simulasi pertolongan dari ketinggian. Kegiatan SAR Goes to School mengajarkan bagaimana menyelamatkan diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita saat terjadi kondisi bencana, musibah atau kondisi membahayakan jiwa

B. SAR COMMUNITY

SAR Community adalah kegiatan dari Direktorat Bina Potensi dengan mengirimkan tenaga-tenaga pengajarnya untuk memberikan pembekalan materi Search and Rescue (SAR) kepada komunitas-komunitas yang ada di masyarakat. Komunitas tersebut antara lain: Komunitas Pesisir, Komunitas Hobi, Komunitas Profesi.

Basarnas menggandeng komunitas-komunitas yang ada untuk melaksanakan kegiatan ini. Kesadaran tentang peningkatan kapasitas SAR diharapkan tidak hanya muncul dari Basarnas, tapi komunitas juga diharapkan mulai punya kesadaran tentang kemampuan pencarian dan pertolongan. Target dari kegiatan ini adalah munculnya inisiatif dari masyarakat untuk menghidupkan jiwa-jiwa penolong di tengah-tengah mereka.

C. GUGUS DEPAN PENCARIAN DAN PERTOLONGAN

Pendekatan melalui kepramukaan dinilai efektif untuk lebih mengenalkan pengetahuan dan keterampilan pencarian dan pertolongan/ search and rescue (SAR) kepada siswa-siswi dan mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mendirikan Gugus Depan (Gudep) Pramuka di masing-masing Kantor Pencarian dan Pertolongan di Seluruh Indonesia. Banyak kegiatan yang bisa dilaksanakan oleh Gudep untuk membekali anggotanya dengan kemampuan Pencarian dan Pertolongan. Konsep lain dapat dilaksanakan untuk terus menyosialisasikan kegiatan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat luas, berupa sosialisasi, bimbingan teknis dan kegiatan-kegiatan kemanusiaan lainya.