PENGUMUMAN KELULUSAN HASIL AKHIR SELEKSI CPNS BADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGAN 2017


SISTEM KOMUNIKASI SAR


Dalam kegiatan SAR, komunikasi mempunyai peranan yang sangat penting dan mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut :

*

Sarana Pengindera Dini (early detecting), berfungsi untuk mendeteksi adanya  musibah pelayaran/ penerbangan, bencana dan musibah lainnya sedini mungkin. Sarana ini dilaksanakan oleh BASARNAS dengan pengoperasian LUT dan IDMCC.

*

Sarana Koordinasi (early warning), berfungsi untuk dapat berkoordinasi dan mendukung kegiatan operasi SAR baik secara internal antara BASARNAS dengan Kantor SAR maupun secara ekstern seperti dengan  instansi/ organisasi berpotensi SAR, dan RCC negara tetangga.

*

Sarana Komando dan Pengendali (command and control) berfungsi  untuk mengendalikan unsur-unsur yang terlibat dalam operasi SAR di lapangan.

*

Sarana Administrasi dan Logistik, Berfungsi  untuk pembinaan Kantor SAR dalam pelaksanaan pembinaan dan administrasi perkantoran

a.

Sebagai sarana penginderaan dini dimaksudkan agar setiap musibah dapat terdeteksi sedini mungkin, sumber informasi adanya musibah di dapat dari :

 

1.

Obyeknya sendiri, yaitu objek transportasi seperti pesawat terbang atau kapal laut yang mengalami musibah bahkan personal person yang memiliki becon dan mengaktifkan sinyal distress alert dari lokasi musibah.

 

2.

LUT (Local User Terminal), merupakan ground segment dari COSPAS-SARSAT yang berfungsi untuk menerima sinyal dari satelit untuk memperhitungkan posisi distress alert yang dipancarkan oleh Beacon (ELT,EPIRB dan PLB).

 

 

 

System LUT (Local User Terminal) :

Sistem Satelit

 

LEOLUT untuk system LEOSAR

 

-

Sistem LEOSAR (Low Earth Orbit SAR) merupakan sistem satelit yang berorbit rendah dengan ketinggian 1000 km dengan membawa instrumen SAR 121,5 MHz (sampai Feb 2009) dan 406 MHz.

 

-

Konfigurasi sistem LEOSAR terdiri dari 8 satelit yaitu 2 satelit COSPAS dan 6 satelit SARSAT.

 

-

Rusia menyuplai satelit COSPAS pada ketinggian 1.000 km dengan instrument SAR yang beroperasi pada 121.5 dan 406 MHz. Amerika menyuplai satelit SARSAT dengan ketinggian 850 km, sedangkan untuk Instrumen SAR 121,5 /243 MHz dan 406 MHz disuplai oleh Kanada dan Perancis.

 

 

 


 

GEOLUT untuk system GEOSAR

 

-

Sistem satelit berorbit stationer (di khatulistiwa) dengan ketinggian 35 000 Km.

 

-

Konstalasi GEOSAR berjumlah lima satelit,  terdiri dari tiga satelit yang disediakan oleh AS yaitu dua satelit GEOS East ( GEO E ) dan satu GEOS West (GEO W ), satu satelit disediakan India (INSAT) dan satu satelit lagi disediakan Uni-Eropa (Eumetsat MSG)

 

-

Prinsip Efek Doppler tidak bisa diterapkan

 

 


 

3.

ATC, SROP, sebagai instansi pemerintah yang mengatur lalu lintas transportasi penerbangan (ATC) dan pelayaran (SROP). Instansi ini memiliki peranan yang sangat penting dan menjadi sumber informasi bagi musibah penerbangan atau pelayaran.

 

4.

Instansi TNI dan Polri, selain melaksanakan tugas pokok masing-masing kedua instansi ini juga memiliki sarana dan pasarana SAR yang memadai serta potensi SAR yang cukup besar.

 

5.

Pesawat terbang/ kapal laut/ siapapun yang melihat/ mendengar adanya objek tersebut di sekitar lokasi musibah. Dalam dunia rescue informasi itu sangat penting. Bahkan dalam dunia pelayaran bila ada kapal laut yang tidak memberikan pertolongan pada korban musibah atau tidak memberikan informasi musibah yang terjadi di sekitarnya pada kapal lainnya maka akan diberikan sanksi.

 

6.

Organisasi swasta dan masyarakat :
•   Perusahaan penerbangan/ pelayaran
•   ORARI, RAPI dan PRSSNI
•   Sumber lain


b.

Sebagai Sarana koordinasi dimaksudkan agar terlaksananya koordinasi yang baik dengan oranisasi atau instansi pemerintah yang berpotensi serta potensi SAR, dan RCC negara tetangga dalam menangani suatu musibah/ bencana. Koordinasi antara kantor pusat BASARNAS dengan kantor SAR, dan unsur SAR lainnya, harus terintegrasi dalam suatu jaringan komunikasi terpadu yang meliputi komunikasi data dan suara (voice). System komunikasi untuk koordinasi dapat dilihat pada diagram dibawah ini:


c.

Sebagai Sarana komando dan pengendalian dimaksudkan agar pada saat terjadi musibah SRU (SAR Rescue Unit) di lapangan dapat dikendalikandan dikoordinasikan secara terpadu OSC (On Scene Commender) atau SMC. Komunikasi antar SRU maupun SRU dengan OSC/ SMC selama operasi SAR menjadi foktor pendukung dalam pelaksanaan operasi SAR. Komunikasi yang digunakan dalam lapangan biasanya menggunakan system komunikasi suara (voice) yang dalam hal ini radio komunikasi VHF, HF, UHF atau telepon satelit.Oleh sebab itu sangat dituntut keandalan seluruh peralatan komunikasi SAR sebagai pendukung dalam pelaksanaan operasi SAR. System komunikasi untuk kendali dapat dilihat pada diagram dibawah ini :

 

Frekuensi yang digunakan :

 

VHF/AM 

:

- 123,1 MHz

 

 

 

 

- 282,8 MHZ

 

HF

:

- 3.023 KHz

 

 

 

 

- 5.680 KHz

 

 

 

 

- 13.545 MHz

 

UHF

:

- Tx : 356.250 MHz

 

 

 

 

- Rx : 351.250 MHZ

 

VHF       

:

- Tx : 159.300 MHz

 

 

 

 

- Rx : 154.300 MHz