KERJA SAMA


A.

KERJASAMA DENGAN INSTANSI LAIN

 

Keberhasilan kegiatan pencarian, pertolongan dan penyelamatan sangat ditentukan oleh koordinasi antar instansi terkait dengan potensi SAR dalam penyelenggaraan pelayanan SAR.

Sesuai dengan fungsinya, BASARNAS perlu melakukan koordinasi dalam rangka penyusunan kebijaksanaan teknis, koordinasi pembinaan dan koordinasi operasi tingkat pusat. Untuk meningkatkan kemampuan pelayanan SAR, BASARNAS juga melakukan kerjasama dengan negara tetangga dalam bentuk perjanjian bilateral di bidang SAR, seperti SAR Malindo, Indopura dan Ausindo. Dalam rangka kerja sama tersebut, dilakukan rapat dan latihan bersama yang dilakukan secara bergantian, sesuai dengan kesepakatan.

Dalam rangka peningkatan kemampuan operasi, BASARNAS melaksanakan koordinasi operasional yang berkaitan dengan penyuluhan/pemasyarakatan kegiatan SAR, pendidikan, pelatihan, penggunaan serta pengembangan tenaga dan peralatan SAR.

Koordinasi operasional SAR yang telah dilakukan, meliputi:
*  Koordinasi pemberitaan;
*  Koordinasi perencanaan operasi;
*  Koordinasi penyiagaan;
*  Koordinasi pengerahan dan pengendalian;
*  Koordinasi evaluasi operasi;
*  Koordinasi untuk hal-hal yang berkaitan dengan lintas batas.

Pelaksanaan koordinasi operasional, mempergunakan prosedur tetap operasi yang disusun secara bersama antara BASARNAS dan instansi pemilik potensi SAR.

Daftar Kerjasama dengan Instansi Lain, antara lain :

  1. Tahun 2009  Klik Disini
  2. Tahun 2010  Klik Disini
  3. Tahun 2011  Klik Disini
  4. Tahun 2012  Klik Disini
  5. Tahun 2015  Klik Disini
  6. Tahun 2016  Klik Disini



B.

KERJASAMA INTERNASIONAL

 

Kerjasama internasional merupakan salah satu upaya meningkatkan kemampuan pelaksanaan kegiatan SAR nasional. Perjanjian bilateral di bidang SAR dengan negara­-negara tetangga dan negara-negara yang berbatasan wilayah tanggung jawab dengan Indonesia, dilakukan dalam rangka penanganan SAR di daerah-daerah tersebut.

Perjanjian bilateral yang telah dilakukan antara lain dengan Malaysia, Singapura, Australia dan West Pasific RCC (USA), sedangkan perjanjian dengan Papua Nugini, dan Philipina, masih dalam tahap penjajakan. Selain menjalin hubungan kerjasama internasional, Indonesia juga berusaha turut menjadi anggota Cospas SAR Sattelite, agar dapat menggunakan jasa satelit tersebut. Hal ini sehubungan dengan dimilikinya Local User Terminal (LUT) yang ditempatkan di Jakarta, yang pengoperasiannya memanfaatkan jasa satelit tersebut.

Untuk itu, saat ini BASARNAS telah mendaftarkan diri ke Pusat Cospas Sarsat di USA dan sudah mendapatkan call sign yaitu IDMCC.

 Untuk Kerja sama lebih detail, klik disini

 

                                                                                    Kerjasama Bilateral di Bidang SAR

 

 

NO.

NEGARA

TGL PERJANJIAN

1.

Singapura

10-07-1985

2.

Malaysia

26-08-1986

3.

Filipina

01-11-1980

4.

Australia

05-04-2004

5.

Papua Nugini

16-09-1989

6.

Amerika Serikat

05-07-1988


( Sumber : Website basarnas versi 1, www.basarnas.go.id )