DENGAN SINERGITAS DAN SOLIDITAS BASARNAS BERSAMA POTENSI SAR BERTEKAD MEWUJUDKAN PELAYANAN SAR YANG CEPAT DAN PRIMA


Tim SAR Kembali Sisir Bengawan Solo Untuk Temukan Nova


Tuban – Tim SAR gabungan kembali melakukan upaya penyisiran di Bengawan Solo, kecamatan Soko, kabupaten Tuban, untuk menemukan satu korban tenggelam atas nama Nova Satya Terawan (27), pada Minggu (3/2).

Komandan tim operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya, Gian Eri mengatakan, penyisiran yang dimulai dari TKK (Tempat Kejadian Kecelakaan), yaitu di jembatan Glendeng, tepatnya berada pada koordinat 07 07' 56" S 111 55' 48.7" E.

Dari TKK, lanjut Eri, penyisiran dilakukan di kanan dan kiri sungai menempuh jarak sekitar enam kilometer mengikuti aliran sungai. Penyisiran ini dilakukan dengan meng-gunakan tiga unit perahu karet yang masing-masing dilengkapi mesin Mopel (motor Tempel) berkekuatan 25 PK.

Di beberapa lokasi yang dicurigai, tim SAR melakukan manuver perahu karet guna menciptakan gelombang air yang besar. Langkah ini bertujuan agar korban yang semula diduga berada di dasar sungai, dapat terangkat ke permukaan sungai.

Pada saat yang bersamaan, tim SAR gabungan melakukan penyisiran melalui jalur darat di kanan dan kiri bantaran sungai, serta melalui jembatan dan dermaga perahu penyeberangan.

Tim SAR gabungan juga menyebarluaskan informasi tentang kejadian ini ke warga yang bermukim atau beraktivitas di sekitar sungai, apabila mereka melihat keberadaan korban yang sedang dicari, maka diharapkan untuk melaporkannya kepada petugas.

"Kendala yang dihadapi tim SAR gabungan selama pencarian, diantaranya kondisi air sungai yang keruh dan berarus deras, serta banyaknya sampah dan ranting," ujar Eri.

Upaya penyisiran untuk menemukan korban ini melibatkan personel gabungan dari sejumlah instansi dan organisasi, diantaranya Kantor SAR Surabaya, BPBD Tuban, Polsek Suko, KORAMIL Suko, Satpol PP Suko, TAGANA Tuban, SAR Sikatan Ngawi, SAR MTA Tuban, Pemdes Kendalrejo dan Simo, serta warga sekitar.

Selain personel, sejumlah peralatan dan sarana SAR juga digunakan untuk mendukung upaya pencarian, diantaranya peralatan selam, peralatan pertolongan korban musibah di air (water rescue), GPS, peralatan medis, perahu karet, mesin Mopel 25 PK dan peralatan pendukung lainnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari saksi mata, Sutrisno (kakak ipar korban), Teri (kakak kandung korban) dan Andri (anggota TAGANA Tuban), kronologi kejadian yang dialami korban ini berawal dari aksi nekatnya yang bunuh diri dengan meloncat dari jembatan Gelndeng ke Bengawan Solo, pada Jum'at (1/2) sekitar pukul 20.30 WIB.

Ketiga saksi yang mengetahui aksi nekat korban ini sempat berupaya mengejar korban untuk mencegah aksi bunuh dirinya, namun tidak berhasil. Hingga berita ini dikabarka, tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran untuk enemukan keberadaan korban. (Lib)



Kategori Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : surabaya
3 February 10:39 WIB