PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI CPNS BADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGAN TA 2018


Tim SAR Fokus di Dompo & Lading-lading


94ad0421-2c36-40b8-9582-0f76b2c42ae7.jpg

LOMBOK - Dusun Dompo Indah Kecamatan Kayangan dan Masjid Jabbal Nur di Dusun Lading-lading Kecamatan Tanjung menjadi prioritas operasi SAR tim gabungan, Jumat (10/8/2018).

Total tim gabungan yang terlibat dalam operasi hari sebanyak 181, masing-masing dari Basarnas, TNI, Polri, dan para potensi dari berbagai organisasi masyarakat.

Tim ini dilengkapi dengan peralatan ekstrikasi, alat proteksi diri (APD) masing-masing anggota, dan mesin penyemprot air (alkon). Tim juga mengerahkan alat konvensional seperti cangkul mengingat lokasi musibah tertimbun longsor.

Lokasi kejadian memang cukup ekstrim. Tebing setinggi 30-an meter di pinggir dusun tersebut longsor dan menggerus tanah dan membentuk tebing vertikal. Jarak antara rumah warga dengan bibir tebing jurang yang sebelumnya berjarak 25 meter itu longsor hingga rumah warga yang menjadi korban berada persis di atas bibir tebing.

c4c66bb9-541b-46f8-b42a-36ccffd3ac72.jpg

Informasi dari keluarga korban dan kepala dusun serta masyarakat, ada 4 korban yang diduga terbawa dan tertimbun tanah longsor tersebut. Korban bernama Hendra (33), pekerjaan hononer di Kabupaten Lombok Utara dan dua anaknya, masing-masing berumur 9 tahun dan adiknya yang baru berumur 1 tahun 7 bulan. Sementara satu korban lagi adalah tetangga dekat korban.

Keempat korban, sejak gempa 7.0 SR hari Minggu (5/8/2018) malam terjadi hingga saat ini tidak pulang dan dinyatakan hilang.

Tim SAR, sejak H+1 telah dikerahkan ke lokasi tersebut. Namun, karena luasnya area longsor dan ancaman longsor susulan dari tebing vertikal setinggi 30-an meter tersebut sangat beresiko terhadap keselamatan para rescuer. Upaya yang telah dilakukan dan saat ini terus berlanjut dengan teknik menyemprotkan air menggunakan mesin alkon untuk membuka akses menuju tempat diduga korban berada. Tim SAR mendapat suplay air dari sungai yang mengalir di jurang tebing tersebut. Selain itu, tim juga mengurai tanah longsor dengan cara konvensional menggunakan cangkul.

"Upaya itu menjadi satu-satunya cara yang bisa kami lakukan. Kami tidak dapat mengerahkan alat berat eksavakor karena akses atau jalan menuju lokasi tersebut terputus. Selain itu, kondisi tanah yang gembur dan tebing vertikal setinggi 30-an meter seperti itu sangat membahayakan tim yang bekerja di bawahnya jika terjadi gempa atau longsor susulan," terang SAR Mission Coordinator (SMC) I Nyoman Sidakarya didampingi Agus Haryono, Kasubdit Pengerahan Potensi dan Pengendalian.

Terpisah, tim SAR yang bergerak ke Dusun Lading-lading Kecamatan Tanjung masih berkutat di Masjid Jabbal Nur. Orientasinya adalah menggeser kubah masjid yang selama ini jadi polemik terkait ada atau tidaknya korban yang tertimbun di dalamnya. Yang pasti, warga di sekitar masjid tersebut sudah tidak ada yang dilaporkan hilang. Terkait adanya jamaah pendatang yang ikut shalat berjamaah di masjid tersebut juga tidak ada bukti empirik, tidak ada laporan warga yang kehilangan anggota keluarganya baik di posko utama maupun Posko Basarnas.

"Kita berupaya membongkar reruntuhan tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya korban sekaligus menjawab simpang siur informasi yang berkembamg di masyarakat," ulasnya.

Sementara SRU udara, helikopter Doulphin HR-3603 hari melaksanakan dropping logistik di kawasan kecamatan Bayan Lombok Utara. (bert/eaw)



Kategori Berita Kansar , Bencana Nasional .
Pengunggah : kelik
10 August 15:40 WIB