DENGAN SINERGITAS DAN SOLIDITAS BASARNAS BERSAMA POTENSI SAR BERTEKAD MEWUJUDKAN PELAYANAN SAR YANG CEPAT DAN PRIMA


STATUS AWAS GUNUNG AGUNG, BASARNAS MENAMBAH KEKUATAN PERSONIL DAN ALUT


KARANGASEM - Status Gunung Agung kembali meningkat dari status siaga (level 3) ke awas (level 4) terhitung sejak pagi tadi, Senin (27/11) pukul 06.00 Wita. Perubahan status ini dilatar belakangi adanya perubahan fase freatij ke magmatik, sejak terlihatnya sinar api di puncak sejak Sabtu (25/11) malam. Sampai hari ini erupsi fase magmatik disertai kepulan abu tebal menerus mencapai ketinggian 2.000-3.400 meter dari puncak. Bahkan sudah mulai terdengar suara dentuman lemah yang capai radius hingga jarak 12 KM dari puncak. Sinar api semakin sering teramati, ini menandakan potensi letusan yang lebih besar akan segera terjadi.

Kondisi Gunung Agung tentunya juga berpengaruh dengan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Dikarenakan faktor keselamatan maka pada Senin (27/11) pukul 07.15 Wita Bandara udara International Ngurah Rai ditutup hingga 18 jam kedepan dan akan dievaluasi setiap 6 jam.

Bersamaan dengan peningkatan status Gunung Agung tersebut, Basarnas menambah kekuatan dengan perbantuan tim rescue dari Kantor SAR Mataram sebanyak 21 orang dan Alut (Alat Utama) 3 unit truk angkut personil, 2 unit rescue truk dan 2 unit motor trail. Tim SAR yang berada di Posko Utama Tanah Ampo, Pos Aju Selat, Pos Aju Rendang, Pos Aju Jasri dan Pos Aju Les juga menambah kekuatannya.

Kepala Kantor SAR Denpasar, Ketut Gede Ardana, S.E. terjun langsung ke lokasi yang terdampak untuk mengawal upaya evakuasi. "Tim SAR gabungan harus bisa mengosongkan Kawasan Rawan Bencana (KRB), diutamakan yang berada di KRB 3," ungkapnya. Ia berharap warga bisa kooperatif untuk bersedia dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Seluruh tim SAR gabungan siaga 24 jam, dan segera bergerak jika ada permintaan untuk evakuasi. "Yang kami laksanakan sudah sesuai prosedur, jam berpapun permintaan dari warga pasti akan segera ditindak lanjuti, 24 jam siap melayani masyarakat," tegasnya saat ditemui di Pos Aju Selat. "Banyak Lansia dan Balita yang harus dijadikan prioritas utama untuk dievakuasi," imbuhnya.

Pihak PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 8 km dari kawah Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 10 km dari kawah Gunung Agung.

Sebagian masyarakat telah melakukan evakuasi mandiri sejak Sabtu (25/11) dan juga percepatan evakuasi oleh Basarnas bersama potensi SAR lainnya. Mereka terus bergerak di lapangan melakukan evakuasi, dari pagi hingga dini hari. Diselang waktu tersebut, masyarakat juga diberikan masker untuk menghindari bahaya abu vulkanik, yang jika terhirup dapat mengganggu kesehatan. "Selain membantu evakuasi, kami juga memperhatikan resiko terdampak karena abu vulkanik, maka juga dibagikan masker pelindung pernafasan kepada warga," jelas Ketut Ardana. Sampai dengan saat ini Basarnas telah mengerahkan 8 unit truk angkut personil, 3 unit rescue car, dan 8 unit motor trail, dari keseluruhan pengerahakn tersebut belum terhitung kendaraan operasional yang dimiliki potensi SAR lainnya, diantaranya dari TNI/ Polri, BPBD,DAMKAR KARANGASEM, PMI serta relawan lainnya. (ay/ hms dps)



Kategori Bencana Nasional .
Pengunggah : didit
27 November 21:35 WIB