DENGAN SINERGITAS DAN SOLIDITAS BASARNAS BERSAMA POTENSI SAR BERTEKAD MEWUJUDKAN PELAYANAN SAR YANG CEPAT DAN PRIMA


SEMPAT TEROMBANG-AMBING DI TENGAH LAUT, SEORANG NELAYAN AKHIRNYA DITEMUKAN SELAMAT


KLUNGKUNG --- Nasib naas menimpa seorang nelayan asal Banjar Tanah Barak Desa Seraya Timur, Selasa (16/04/2019). Jukung yang digunakan I Wayan Ruka (L/55 tahun) untuk melaut alami mati mesin di sekitar Perairan Selat Nusa Penida (08°49.916’S – 115°35.289’E), Kabupaten Klungkung. Ia bertolak dari pesisir Seraya sejak tanggal 15 April 2019 sekitar pukul 02.00 Wita. Sementara itu Basarnas Bali (Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar) memperoleh laporan kejadian tersebut siang tadi pada pukul 12.15 Wita dan langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan 6 personil menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB) dari Pelabuhan Benoa. Satu jam berselang mereka telah tiba di area pencarian dan mulai melakukan penyisiran serta berkoordinasi dengan nelayan-nelayan yang melintasi perairan tersebut. Di tempat berbeda, 3 personil dari Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Nusa Penida melakukan pemantauan dari menara suar Desa Sedihing namun tak melihat tanda-tanda keberadaan I Wayan Ruka.

WhatsApp Image 2019-04-18 at 11.11.45.jpeg

Selain dilakukan pencarian dengan menggunakan RIB, juga diupayakan pe-mapelan melalui SROP Benoa. “Dilakukan mapel agar disebarkan infromasi kepada para nelayan ataupun kapal yang melintas di area pencarian untuk memberikan bantuan jika menemukan korban, namun jika tak memungkinkan bisa melaporkan kepada instansi terkait,” jelas Kepala Seksi Operasi dan Siaga , Ida Bagus Surya Wirawan, S.H. saat ditemui di ruang siaga Basarnas Bali. Tim SAR bersama nelayan setempat terus melakukan pencarian.

Pada pukul 17.40 Wita didapatkan informasi dari pihak rekan korban atas nama Bapak Junet, bahwa I Wayan Ruka telah ditemukan sekitre pukul 17.00 Wita di perairan daerah Mekaki Selatan Lombok, Gili Gede-Sekotong. Saat ditemukan oleh nelayan setempat korban dalam keadaan selamat, selanjutnya dievakuasi menuju ke rumah Bapak Junet dan bermalam di sana.

RIB akhirnya kembali sandar di Benoa Pada pukul 18.17 Wita dengan hasil nihil. Selama proses pencarian berlangsung, turut melibatkan potensi SAR dari TRC BPBD Kabupaten Karangasem, Babinkamtibmas Seraya Timur, Nelayan Sekotong Barat dan bersama keluarga korban. (ay/ hms dps)



Kategori Berita Kansar , Kecelakaan Pelayaran , General Berita .
Pengunggah : sopan
16 April 11:05 WIB