PESERTA YANG BERHAK MENGIKUTI SELEKSI KOMPETENSI BIDANG (SKB) PENERIMAAN CPNS BADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGAN TAHUN 2018


Pelantikan dan Pisah Sambut Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas


JAKARTA – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI M. Syaugi, S.Sos., M.M resmi melantik Brigadir Jenderal TNI Nugroho Budi Wiryanto sebagai Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Rabu (30/5/2018).

Bertempat di ruang serba guna lantai 15 Kantor Pusat Basarnas, Nugroho menggantikan Plt Mayor Jenderal TNI (Purn) Heronimus Guru, M.si (Han) yang telah memasuki masa purnatugas.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini adalah merupakan hal yang wajar dalam suatu dinamika organisasi. Hal ini merupakan gambaran dari upaya perbaikan kinerja termasuk Basarnas.

Syaugi dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan dilantiknya Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan yang baru maka jajaran pimpinan di lingkungan Basarnas lengkap kembali sesuai dengan struktur organisasi yang ada.

“Dengan demikian organisasi ini menjadi semakin lebih siap dan lebih mampu dalam melaksanakan misi kemanusiaan dalam melakukan pencarian dan pertolongan serta penyelamatan dan evakuasi korban kecelakaan baik kapal, pesawat udara, maupun kecelakaan dengan penanganan khusus serta bencana pada tahap tanggap darurat dan kondisi membahayakan manusia”, lanjutnya Rabu siang.

DSC_4458.JPG

Dikatakan Syaugi berbagai kecelakaan, bencana maupun kondisi yang membahayakan manusia yang terjadi di Indonesia tentunya membutuhkan pelayanan jasa pencarian dan pertolongan secara cepat, tepat, akurat, selamat, dan andal. Namun keberhasilan operasi pencarian dan pertolongan pastinya tidak lepas dari peran serta seluruh instansi berpotensi SAR dan juga masyarakat. Disamping itu koordinasi baik dan bersinergi juga sangat menunjang dalam keberhasilan operasi pencarian dan pertolongan yang dilakukan oleh Basarnas.

“Keberhasilan operasi pencarian dan pertolongan tidak semata-mata digantungkan pada sarana dan prasarana serta sumber daya manusia yang dimiliki oleh Basarnas, tetapi juga hasil koordinasi dan sinergi yang baik dengan berbagai instansi dan organisasi berpotensi SAR secara terus menerus dan berkesinambungan. Hal tersebut dilakukan agar tujuan dan sasaran yang telah direncanakan dan diprogramkan khususnya dalam pencarian dan pertolongan dapat terlaksana dengan hasil maksimal”, tutup Kepala Basarnas.

Usai pelantikan, acara dilanjutkan dengan pisah sambut antara Deputi yang lama dengan yang baru.

Pada kesempatan ini Mayor Jenderal TNI (Purn) Heronimus Guru, M.si (Han) menyampaikan permohonan maaf jika selama menjabat sebagai Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan masih belum dapat menjalan tugas dengan baik sesuai dengan harapan Kepala Basarnas.

“Tadi saya sempatkan untuk naik ke Basarnas Command Center (BCC) dan ternyata masih seperti ini. Sempat terpikir untuk menggunakan sistem kemiliteran namun ini adalah Basarnas dan harus lebih banyak mengayomi”, ujarnya.

“Selama di Basarnas merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi saya, dengan tugas kemanusiaan yang merupakan tugas mulia dan tentunya saya juga berterima kasih karena lembaga ini sudah memberikan pendidikan kepada kita yang militer untuk lebih banyak membantu dalam tugas kemanusiaan”, tutur Heronimus saat menyampaikam kesannya selama menjabat Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas.

DSC_4463.JPG

Sementara itu Nugroho merasa sangat terhornat dipercaya mejadi Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas yang baru.

“Kami menyadari semua manusia tidak ada yang sempurna, tentu kami juga mengharapkan binbingan dan arahan dari Bapak dan Ibu sehingga kami bisa melaksanakan tugas pokok kami sebaik-baiknya sesuai keinginan Kabadan dan Ibu”, ucap Nugroho

Sebagai deputi yang baru, Nugroho sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjadikan bagian yang dipimpinnya mnejadi lebih baik lagi.

“Langkah pertama tentu kita akan mengumpulkan semua personil saya yang di bawah saya khususnya, kemudian saya akan menyampaikan kebijakan-kebijakan saya untuk mempersiapkan diri. Persiapan jangka pendek dalam waktu dekat ini yakni siaga khusus lebaran. Jangka menengah melaksanakan pembinaan personil maupun melengkapi peralatan, dan jangka panjang membuat organisasi kita lebih solid dan lebih bagus sehingga kita siap dalam melaksanakan operasional selama 24 jam.

“Setelah ini kita akan mengumpulkan semua yang berkaitan dengan operasional dari anggota deops ke bawah maupun kepala-kepala kantor untuk menyampaikan kebijakan-kebijakan saya”, pungkasnya. (an



Kategori General Artikel , General Berita .
Pengunggah : ratri dwiyani
30 May 15:10 WIB