DENGAN SINERGITAS DAN SOLIDITAS BASARNAS BERSAMA POTENSI SAR BERTEKAD MEWUJUDKAN PELAYANAN SAR YANG CEPAT DAN PRIMA


KUNJUNGAN DIREKTUR OPERASI BASARNAS PASTIKAN KESIAPAN SIAGA SAR LEBARAN


JIMBARAN --- Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Jumat (24/05/2019). Kedatangannya kali ini untuk mengawasi kesiapan Basarnas Bali dalam menghadapi Siaga SAR Lebaran dan juga melakukan beberapa evaluasi di bidang operasi SAR. Sekitar pukul 11.00 Wita, ia tiba di Kantor yang berlokasi di Jalan Raya Uluwatu, Jimbaran.

WhatsApp Image 2019-06-17 at 11.24.15 (1).jpeg Direktur Operasi melakukan kunjungan di Kantor Pencarian dan ertolongan Denpasar

Mengawali rangkaian kegiatan yang akan berkangsung selama 2 hari tersebut, Budi Purnama mengadakan rapat internal dengan Kepala Kantor Basarnas Bali beserta pejabat lainnya. Hari Adi Purnomo, S.H. selaku Kepala Kantor memaparkan terkait kesiapan Alut dan juga personil guna mengantisipasi adanya arus mudik, baik dengan moda transportasi laut maupun udara. Disamping itu juga pemantauan di beberapa titik objek-objek wisata yang biasanya ramai pengunjung di saat libur lebaran.

WhatsApp Image 2019-06-17 at 11.24.15.jpeg Direktur Operasi melakukan briefing dengan para pejabat di lingkungan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar

Pada kesempatan itu, ia juga memberikan pengarahan kepada seluruh pegawai. Dalam arahannya Budi Purnama memberikan banyak motivasi khususnya untuk para rescuer. Ia berpesan agar dalam melaksanakan tugas harus dengan kesungguhan dan keikhlasan. "Detak jantung kita adalah ibadah, setiap tarikan nafas kita adalah ibadah, karena kita memiliki tugas eksekusi dalam mencari dan menolong," tegasnya. Sebagai instansi yang membidangi pencarian dan pertolongan, seluruh personil khususnya bagian operasi harus siapsiaga 24 jam, 7 hari terus menerus, untuk antisipasi kemungkinan kejadian yang memerlukan bantuan Basarnas.

WhatsApp Image 2019-06-17 at 11.24.16 (1).jpeg Foto bersama dengan Diektur Operasi

Dalam arahannya Budi menegaskan secara lebih spesifik posisi Basarnas Bali, dimana menjadi destinasi pariwisata skala internasional, disamping itu wilayah perairannya masuk jalur sebagai Alki 2 yang tepatnya berada di selat Lombok. Wilayah sepanjang Alki 2 dilewati kapal-kapal besar berbendera negara-negara luar negeri, sehingga bisa saja terjadi kecelakaan pelayaran ataupun kebutuhan bantuan Madevac. Menurutnya hal inilah yang menjadi alasan penempatan Alat Utama berupa helikopter di Bandara Ngurah Rai. "Indonesia harus bisa memberikan jaminan keselamatan terhadap arus transportasi laut dan udara, jaminan itu ada di tangan Basarnas," tegasnya.

Selain kesiapan Alut, tentunya kualitas para personil juga perlu ditingkatkan. Diutamakan bagi rescuer harus terus mau belajar, mulai dari teori, drill latihan kering, latihan basah, hingga benar-benar siap, tidak takut menghadapi tantangan apa pun. Ditekankan olehnya tentang kekompakan, dimana semua bidang mempunyai peranan. " Harus mendoktrin diri untuk berfikir, satu untuk bersama, bersama untuk satu, semua berperan tidak ada yang merasa lebih penting," ungkapnya. Pada akhir arahanya, Budi Purnama menyampaikan salam hormat dari Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) "Salam rescuer, tetap semangat dan tidak ada rintangan yang tidak bisa diatasi, tidak ada gunung yang tidak bisa didaki, tidak ada lembah yang tidak bisa diturunin, tidak ada laut yang tidak bisa diseberangi, asalkan semuanya sudah sesuai dengan SOP," tutupnya. Yang tidak kalah pentingnya, Basarnas khususnya Bali, harus berupaya menekan respon time, karena itu adalah salah satu cara menunjukkan identitas, kesungguhan serta keikhlasan dalam mengemban tugas kemanusiaan. (ay/ hms dps)



Kategori Berita Kansar , General Artikel , Agenda Pusat , General Berita .
Pengunggah : Febrilina
24 May 12:00 WIB