PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI CPNS BADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGAN TA 2018


Kepala Basarnas : Perlunya Penempatan Kapal SAR di Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere


MAUMERE - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI M. Syaugi, S.Sos., M.M didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Basarnas Ibu Luli Syaugi serta beberapa pejabat eselon II Hari ini, Kamis (2/8) mengunjungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere dalam rangka kegiatan kunjungan kerja.

2.jpg

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personil maupun peralatan yang ada di Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere. Disamling itu Kepala Basarnas melakukan pengarahan tatap muka dengan seluruh pegawai dan pejabat di lingkungan Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere.

Bertempat di aula Kantor Pencarian dan Pertolonhan Maumere, acara diawali dengan paparan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere I Putu Sudayana, SE.MAP. Dalam paparannya Putu Sudayana mnjelaskan bahwa Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere yang sebelumnya merupakan Pos Pencarian dan Pertolongan di bawah Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang. Kantor yang baru berdiri selama 9 bulan ini memiliki dua pos, yakni Pos Pencarian dan Pertolongan Manggarai Barat atau Labuan Bajo dan Alor.

3.jpg

Dalam pengarahannya, Syaugi menyampaikan agar Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere selalu bersinergitas dan membina hubungan baik dengan instansi yang berada di sekitar. Hal ini menjadi sangat penting mengingat keberhasilan setiap pelaksanaan operasi SAR tidak lepas dari peran instansi lain. Syaugi juga menekankan agar setiap personil yang melaksanakan tugas terutama operasi SAR haruslah dengan bekerja dengan hati dan bersungguh-sungguh.

Diacara tatap muka ini para pegawai juga berkesempatan menyampaikan masukan ataupun berbagi pengalaman di lapangan. Hal yang menjadi perhatian Jenderal Bintang Tiga ini adalah permintaan terkait peralatan utama (alut) air berupa KN SAR, speedboat medis, dan peralatan selam lengkap. Permintaan ini berdasarkan pengalaman personil yang melakukan operasi pencarian namun sedikit terkendala karena belum maksimalnya alut yang ada.

5.jpg

"Dalam setiap melaksanakan pekerjaan haruslah dengan ketenangan hati, bekerjalah dengan sungguh-sungguh sesuai dengan tugas yang diberikan. Walaupun kelas B tapi tunjukan loyalitas dan kemampuan dengan sungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas pencarian dan pertolongan", tegas Syaugi di Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere .

“Meskipun masih kantor baru namun tuntutan masyarakat sudah pasti tinggi dan kita harus selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Oleh karena itu memang harus ada kapal yang tandby di Maumere karena wilayah kerja Maumere mencakup Flores yang yang merupakan salah satu tujuan utama pariwisata”, tambahnya Syaugi menambahkan bahwa perlu adanya kapal SAR yang standby untuk menjaga perairan Maumere, mengingat wilayah Flores yang merupakan salah satu tujuan utama pariwisata juga menjadi tanggung jawab wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere. Diakhir Syaugi meminta kepada Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere untuk membina personil humas dengan baik dan senantkasa mempublikasikan kinerja yang telah diselesaikan dengan baik. Selain itu personil humas maupun Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere harus terus menjalin hubungan baik dengan media. Hal ini dirasa penting, karena tanpa adanya campur tangan media maka masyarakat di luar sana tidak akan mengetahui kinerja dan usaha yang dilakukan Basarnas.

4.jpg

Disela-sela kunjungannya, Syaugi juga menyempatkan untuk berolahraga bersama Forkopinda Maumere, Dinas Perhubungan Udara Frans Seda Mof, BPBD, Dinas Sosial, dan KSOP. Bola voli menjadi olahraga yang dipilih dalam rangka meningkatkan sinergitas dengan instansi terkait di wilayah Maumere. (riz)



Kategori General Artikel , General Berita , Bencana Nasional .
Pengunggah : ratri dwiyani
3 August 17:15 WIB