DENGAN SINERGITAS DAN SOLIDITAS BASARNAS BERSAMA POTENSI SAR BERTEKAD MEWUJUDKAN PELAYANAN SAR YANG CEPAT DAN PRIMA


Kepala Basarnas : Pentingnya Memiliki dan Mendaftarkan EPIRB


JAKARTA - Jakarta (24/7) Komisi V DPR RI kembali mengundang mitra kerjanya yakni Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kementerian Perhubungan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Korlantas POLRI untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan agenda Laporan dan Evaluasi Siaga Angkutan Lebaran 2019.

Dalam RDP kali ini pimpinan rapat mengapresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan Siaga Khusus Angkutan Lebaran 2019. Namun demikian ada beberapa hal yang juga ditanyakan terkait kecelakaan kapal yang ditangani Basarnas diantaranya tenggelamnya KM. Lintas Timur.

Menanggapi hal tersebut Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito, S.E., M.M yang didampingi para pejabat eselon I dan II menyampaikan bahwa dalam kurun waktu 17 hari siaga SAR Khusus Angkutan Lebaran, hampir setiap hari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) melaksakan operasi SAR dengan frekuensi sebanyak 1 - 15 kejadian. Operasi SAR ini mengalami peningkatan sebesar 5% jika dibandingkan dengan Siaga SAR Khusus Angkutan Lebaran tahun lalu.


"Operasi SAR tidak selalu berkaitan dengan transportasi, ada yang tercebur sumur, ada hanyut di laut. Meskipun jumlah operasi SAR meningkat namun jumlah korban yang bisa diselamatkan pun cukup banyak", tutur Bagus.

"Berkaitan dengan tenggelamnya KM Lintas Timur, Basarnas baru menerima laporan 4 hari setelah kejadian dan itupun dari salah satu korban yang selamat. Korban tersebut melaporkan sudah 4 hari terombang ambing di laut. Karena itulah waktu operasi SAR yang dilaksanakan menjadi cukup lama", jelas Bagus.

"Selain lamanya informasi yang diterima Basarnas, KM. Lintas Timur juga tidak memiliki transmitter disebut EPIRB yang dapat memancarkan sinyal marabahaya saat kapal dalam kondisi darurat", sambungnya.

Bagus menegaskan bahwa pentingnya pemilik kapal untuk memiliki dan mendaftarkan EPIRB agar saat berada dalam kondisi darurat bisa diketahui Basarnas dengan cepat. (an)

 



Kategori General Artikel , Agenda Pusat , General Berita .
Pengunggah : Daru
24 July 16:20 WIB