KEPALA BASARNAS APRESIASI PENANGANAN GEMPA DI LOMBOK


LOMBOK BARAT – Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi, S.Sos., M.M beserta Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan dan Kesiapsiagaan Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto.S.IP.,M.M, Direktur Operasi Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryo Aji, Kepala Biro Umum Drs. Dianta Bangun, M.Kes., Kepala Pusat Data dan Informasi Marsekal Pertama Kris Budianto didampingi Ibu Dharma Wanita Persatuan mengunjungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, Rabu (01/08) siang. Adapun tujuan kunjungan kerja ini adalah untuk mengevaluasi penanganan korban gempa yang terjadi di wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram. Dalam arahan yang disampaikan di depan para pejabat dan pegawai Kantor Pencarian dan Pertolongan, Muhammad Syaugi mengapresiasikan kerja Tim SAR Mataram dan Potensi SAR lainnya dalam mengevakuasi korban gempa.

IMG-20180801-WA0049.jpg

“Pertama (kehadiran) untuk mengevaluasi kejadian gempa 6,4 SR, apa yang dilakukan SAR Mataram. Saat kejadian gempa pertama kali, tidak sampai setengah jam Kantor SAR Mataram sudah mengirimkan timnya ke tiga tempat. Ke Sembalun, ke Bayan dan ke Sambelia. Tiga tempat itu yang merupakan titik-titik terparah. Karena tugas kita sesuai Undang-Undang mencari, menolong, menyelamatkan dan mengevakuasi masyarakat,” ujarnya. Selain itu Muhammad Syaugi merasa bangga atas keberhasilan Tim SAR gabungan dalam mengevakuasi 549 pendaki Gunung Rinjani yang terjebak di atas gunung. Para pendaki terjebak karena terjadi longsor pasca gempa. “Dari total 549, itu 543 sudah turun, tinggal 6 orang. Enam orang tersebut tetap di situ (Rinjani). Saya menerima informasi katanya sudah kehabisan makanan dan segala macamnya. Tim SAR sudah bergerak dari Minggu siang untuk menuju lokasi. Karena lokasi jauh dan terjal sehingga membutuhkan waktu. Besok pagi hari Senin sudah bisa ketemu dengan enam orang tersebut, kita evakuasi tiga orang dengan helikopter dan tiga melalui darat,” pungkasnya. Kendati demikian, dia mengaku bahwa Kantor SAR Mataram kekurangan jumlah personel. Jumlah personel SAR Mataram sebanyak 102 personel. Personel tersebut juga terbagi di tiga Pos SAR Bima, Sumbawa dan Kayangan. Hal ini juga terjadi di seluruh Kantor SAR setiap provinsi di Indonesia. Basarnas hanya memiliki 3.400 personel di seluruh Indonesia. Padahal idelanya jumlah personel sebanyak 7.000 orang.

IMG-20180801-WA0033.jpg

“Harapan saya tahun ini dibuka kembali. Seluruh Indonesia personel kita hanya 3.400, idelanya seharusnya 7.000 dengan melihat situasi yang ada di Nusantara ini,” harapnya. “Di Pulau Lombok ini kita memerlukan ada pos lagi, tentunya itu tergantung Pemerintah Daerah memberikan lahan pada kita untuk kita meletakan peralatan-peralatan dan personel kita untuk dijadikan Pos SAR, sehingga bila terjadi kecelakaan kita bisa cepat melaksanakan bantuan,” jelasnya. Sementara pengarahan berlangsung, Ibu Luli M. Syaugi yang merupakan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat juga ikut memberikan arahan kepada para ibu DWP Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram yang bertempat di aula kantor. (ln/hms mtr).



Kategori Berita Kansar , General Berita .
Pengunggah : Febrilina
1 August 19:25 WIB