Hari ini, Basarnas Kerahkan Eksavator


LOMBOK - Memasuki H+4 atau hari kelima paska gempa 7 SR yang mengguncang Lombok, Basarnas mengerahkan eksavator untuk proses pencarian korban di beberapa lokasi pencarian, Kamis (9/8/2018). Peralatan berat tersebut mutlak diperlukan untuk menyingkirkan material reruntuhan bangunan. Peralatan berat tersebut dikerahkan ke Dusun Bangsal dan Dusun Lading-lading, dan sedang dalam proses persiapan menuju Dusun Dompu Indah dimana terdapat 4 korban yang diduga kuat tertimbun di dalamnya.

"Empat korban itu dilaporkan oleh keluarga korban dan warga setempat karena sejak gempa terjadi, mereka tidak pernah kembali lagi," ungkap Direktur Operasi Brigjen TNI (Marinir) Bambang Suryo Aji didampingi Kepala Kantor SAR Mataram I Nyoman Sidakarya, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) di Posko Utama, Lapangan Tanjung Kabupaten Lombok Utara.

Selain berdasarkan laporan saksi mata yang melihat keberadaan para korban terakhir, keyakinan tim SAR jg didasari pada aroma mayat di area timbunan reruntuhan tersebut. "Mudah-mudahan, prediksi kami benar dan para korban dapat kami evakuasi seluruhnya," lanjutnya. Khusus di Dompu, saat ini tim SAR tengah melaksanakan penyemprotan air menggunakan mesin alkon mengingat kondisi bangunan dan tanah masih labil serta berdebu.

Selain eksavator, Basarnas juga mengerahkan peralatan urban SAR, diantaranya combi tools, chain saw, search cam, senter polarion, hidrolic pump, rescue cutting, karmantel, Alat Proteksi Diri (APD), slink, genset, dan anjing pelacak Ditsatwa Polri.

Sementara operasi SAR hari ini terbagi dalam 6 sektor. Masing-masing sektor dipimpin oleh Komandan SAR Unit (SRU), yaitu SRU Alfa, Bravo, Charlie, Delta, Echo, dan Foxtrot.

"Kekutan personil yang terlibat dalam operasi SAR hari ini berjumlah 185 personil, masing-masing dari Basarnas 95 personil, Unsur TNI 40 personil, Polri 14 personil, dan relawan 36 personil," tegas Agus Haryono, Kasubdit Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi didampingi Muchdar selaku On Scene Commander (OSC) atau pengendali lapangan.

Seperti hari sebelumnya, locus operasi SRU Alfa bergerak ke Dusun Lading-Lading membongkar reruntuhan bangunan masjid yag dicurigai masih ada korban. SRU Bravo bergerak ke Dusun Bangsal dimana masih ada dugaan korban tertimbun di reruntuhan bangunan masjid juga, SRU Charlie bergerak menuju Dusun Dompu Indah Kecamatan Kayangan untuk membuka akses dengan menyemprotkan air menggunakan mesin alkon. SRU Delta bergerak ke Dusun Sesait Jombang, SRU Echo bergerak di Desa Tampes, Sampir Jengker Timur, Kecamatan Rempek, dan SRU Foxtrot bergerak ke Dusun Pemenang Desa Sire dimana ada laporan korban yang masih tertimbun dan menebarkan aroma tak sedap. Basarnas juga melaksanakan searching dan pemantauan serta droping logistik melalui udara menggunakan helikopter Daulpin HR-3603.

Sebelum diberangkatkan, tim SAR Gabungan mendapatkan arahan dari Komandan Korem (Danrem) 162/Wira Bhakti Kolonel Czi Ahmad Rizal, selaku Incident Commander. Danrem memberikan motivasi agar tim SAR tetap kompak, bersatu padu, dan tetap bersemangat dalam mengemban tugas membantu masyarakat yang sedang tertimpa bencana. Selanjutnya, Danrem memimpin rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder dalam penanganan bencana sampai tuntas. (bert/eaw)



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita , Bencana Nasional .
Pengunggah : chandra
9 August 17:10 WIB