DENGAN SINERGITAS DAN SOLIDITAS BASARNAS BERSAMA POTENSI SAR BERTEKAD MEWUJUDKAN PELAYANAN SAR YANG CEPAT DAN PRIMA


COFFEE MORNING


IMG_8250.JPG PALU-Evaluasi penanganan korban gempa, tsunami dan liquifaksi 28 September 2018 dan sosialisasi sistem deteksi dini menjadi pembahasan dalam Coffee morning yang dilaksanakan pada Jumat 15 Maret 2019, bertempat di Ruang Rapat Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.

Kegiatan dimulai dengan evaluasi penaganan gempa, tsunami dan liquifaksi yang terjadi 28 September 2018 yang lalu, dimana masing-masing perwakilan dari Instansi yang hadir menyampaikan kendalah ataupun masalah-masalah yang dihadapi saat musibah gempa, tsunami dan liquifaksi terjadi.

Kasubag Organisasi Biro Hukum dan Kepegawaian Basarnas, Edi Purwanto mengatakan tugas pencarian dan pertolongan tidak mutlak adalah tugas Basarnas namun juga merupakan tugas kita bersama. Bicara tentang kemanusiaan maka kita akan bicara bagaimana kita akan memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan. Pada kontek coffee morning tentu kita ingin mendapatkan masukan sumbang saran dari bapak-bapak, kepemimpinan seperti apa yang lebih efektik, lebih berdayaguna sehingga penanganan kecelakaan, bencana dan kondisi yang membahayakan manusia ini lebih baik lagi.

“Semoga pertemuan ini akan menghasilkan sebuah pemahaman yang sama artinya siapa berbuat apa, melakukan apa, kewenangannya dimana sehingga pada saat dilapangan orang tidak lagi berebut, namun media sekarang sudah pintar mencari kesempatan untuk mewawancarai pejabat-pejabat, dengan demikian apabila semua sudah mengetahui wewenangnya tentu tidak akan berbicara yang bukan kewenangannya. Mudah-mudahan pada siang ini kita memiliki persepsi yang sama, model kepemimpinan seperti apa yang akan kita sama-sama pahami,mungkin kepemimpinan yang kolaboratif artinya kita bicara tentang kemanusiaan dan tidak lagi kita bicara tentang atribut tapi bagaimana sesuai dengan kebutuhan dilapangan dalam hal ini tugas pokok dan fungsi masing-masing sehingga tidak menimbulkan sesuatu yang tidak harmonis dikarenakan adanya ego sektorat,”terangnya. Setelah evaluasi penaganan gempa, tsunami dan liquifaksi yang terjadi 28 September 2018 dilanjut dengan sosialisasi sistem deteksi dini

Sistem deteksi dini atau Local User Terminal (LUT) merupakan sistem compas-Sarsat yang dapat memproses signal marabahaya dari radio beacon yang terdeteksi oleh satelit Cospas-Sarsat (Indonesia Leolut & Meolut) yang bertujuan untuk memberikan informasi distress alert dan memberikan data lokasi.

Basrano, selaku Kepala Kantor Pencaraian dan Pertolongan Palu juga mengatakan “Pelaksanaan sosialisasi ini sangat penting sebagai wujud keseriusan pemerintah khususnya Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan terutama wilayah Sulawesi Tengah dalam rangka memberikan respon cepat dalam setiap kecelakaan yang terjadi baik pelayaran dan atau penerbangan, dimana Badan Nasional pencarian dan pertolongan saat ini makin berkembang dengan dibangunnya salah satu stasiun penerima sinyal di bumi yang dikenal MEO LUT dengan kecepatan kurang dari 1 menit sinyal distres yang dipancarkan oleh alat yang emergency yang terpasang di kapal (EPIRB), pesawat (PLB)serta pesonal (PLB). Oleh sebab itu kami berharap pada penyelenggara pelayaran maupun penerbangan agar dapat meregistrasi alat tersebut." tangkasnya.

Kegiatan dihadiri oleh 30 orang dari Instansi yang berpotensi SAR diantaranya dari TNI/Polri, BMKG, Airnav, BPBD, PMI, Dinas Sosial, KSOP Pantoloan, KKP Palu, AJI Sulteng dan IJT

IMG_8264.JPG



Kategori General Artikel .
Pengunggah : paluadmin
16 March 11:50 WIB