BELASAN PENAMBANG EMAS KERACUNAN GAS DI DALAM LUBANG TAMBANG


LOBAR - Sebanyak 13 penambang emas dilaporkan keracunan gas asap pembakaran, Selasa siang (19/6), di sebuah lubang tambang emas tradisional di dusun Nambung desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Laporan ini diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram dari bapak Guntur kalak BPBD Lombok Barat sesaat setelah kecelakaan tersebut terjadi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, I Nyoman Sidakarya,S.H menjelaskan, usai menerima laporan selasa siang, tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram langsung diberangkatkan ke lokasi untuk mencari dan mengevakuasi korban yang berada di dalam goa tambang bersama dengan instansi/unsur terkait dari pihak kepolisian, TNI, Kesehatan, BPBD Lombok Barat dan masyarakat setempat.

Menurut sejumlah saksi, seluruh korban yang merupakan satu kelompok penambang ini melakukan aktivitas tambang sejak senin malam (18/6), dimana lubang tambang tersebut sudah tidak bertuan atau telah ditinggalkan oleh pemiliknya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dari Puskesmas Sekotong, meninggalnya korban diduga akibat keracunan gas yang mengakibatkan korban kekurangan oksigen, untuk luka-luka akibat kekerasan di tubuh korban tidak ditemukan.

“Diperkirakan gas beracun berasal dari asap pembakaran barang dari lubang lain karena antara satu lubang dengan lubang lainnya saling terhubung. Tujuh diantaranya meninggal dunia dan enam lainnya masih dirawat di Puskesmas Sekotong”, kata Nyoman.

Data korban yang tewas antara lain Supar (45) warga Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, Judin (35), Wildan (30), Nuri (35), Sulaiman (28), Ramli (28), semua warga Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat dan Sahdan alias Kentung (40) asal dusun Lekong Jae desa Serage kecamatan Sekotong, Lombok Barat.

Sedangkan untuk data korban yang selamat antara lain Donk, Suhirman, Sukardi (40) dan Nasri (30) merupakan warga setempat, Rudini (28) dan Munter alias Gonjok (35) warga dusun Lekong Jae kec. Praya Barat kab. Lombok Tengah.(ln/hms mtr).



Kategori Berita Kansar , Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : athfi
20 June 8:20 WIB