PENGUMUMAN PEMBERKASAN ULANG BAGI PELAMAR YANG DINYATAKAN LULUS CPNS BADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGAN TAHUN 2018


BASARNAS BALI SELENGGARAKAN LATIHAN SAR BERSAMA PENYELAMATAN KORBAN KAPAL TENGGELAM DI PERAIRAN SELAT LOMBOK


DENPASAR --- Dalam upaya menguji kesiapsiagaan serta mengukur respon time pergerakan personil beserta Alut di perbatasan wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, maka digelar latihan SAR bersama. Kegiatan ini dimulai dari hari Selasa (27/11/2018) dan rencananya akan berlangsung hingga 2 hari kedepan. Pembukaan latihan SAR bersama ini dilakukan di ruang serba guna lantai 3 Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Jalan Raya Uluwatu, Jimbaran. Didi Hamzar, S.Sos., M.M. selaku Direktur Kesiapsiagaan dan Latihan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) akan membuka secara langsung kegiatan tersebut.

Ditemui saat persiapan latihan SAR bersama ini, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ketut Gede Ardana, S.E. mengungkapkan bahwa, gelar latihan merupakan perdana digelar di Bali, dan nantinya dijadikan sebagai pedoman pelaksanaan operasi SAR di perbatasan wilayah kerja Kantor SAR di seluruh Indonesia. Untuk itu pihaknya telah mempersiapkan secara serius beberapa hal terkait pengerahan personil beserta Alut.

Kecelakaan penerbangan, pelayaran, kecelakaan dengan penanganan khusus, bencana pada tanggap darurat maupun kondisi yang membahayakan manusia di seluruh wilayah NKRI, pemerintah memberikan mandat kepada Kepala BASARNAS melalui undang-undang nomor 29 tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan, selanjutnya BASARNAS bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia. Dalam menjalankan mandat tersebut perlu dilakukan pemantapan prosedur dan pergerakan dalam operasi SAR melalui latihan lintas wilayah kerja maupun lintas instansi. Latihan SAR bersama ini penting khususnya untuk mendekatkan kesiapsiagaan serta respon time pelayanan SAR di Provinsi Bali dan Provinsi Mataram secara komprehensif. Koordinasi secara berkelanjutan diharapkan dapat mewujudkan kesamaan pola pikir dan pola tindak pada pelaksanaan operasi SAR nantinya. Dengan demikian profesionalitas dan performance Basarnas bersama potensi SAR dapat menjawab tuntutan dari masyarakat.

1.3.jpeg

Dalam sambutannya Didi Hamzar, S.Sos., M.M. menyinggung tentang 4 hal penting pada setiap pelaksanaan tugas yakni professional, mekanisme, peralatan memadai dan kekompakan. “Bagaimana kita harus profesional, mendekatkan kepada tuntutan tugas yang ada, misalkan keterlibatan potensi SAR yang membantu tugas Basarnas dalam operasi SAR, harus didata personil yang memiliki keahlian khusus,” tuturnya. Sementara itu penekanan terhadap mekanisme dalam bekerja betul-betul efektif dan efisien ditujukan dengan adanya pertangungjawaban yang sesuai. Tak kalah pentingnya kondisi peralatan memadai, dimana peralatan SAR harus bisa berfungsi baik dan terpantau kegunaannya dalam operasi SAR. Kekompakan internal maupun eksternal tak hanya dilakukan namun harus dipupuk melalui koordinasi yang terus berkelanjutan dan tetap sesuai dengan prosedur. “Empat hal ini harus bisa dilihat, didengar dan dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya. Sebelum menutup sambutannya, Didi Hamzar mengutarakan harapannya, melalui latihan SAR bersama ini dapat mendukung terwujudnya tagline baru bagi Pulau seribu Pura ini “Bali Island of Safety First”, membudayakan faktor safety dalam keseharian. “Kita ciptakan perairan selat Badung adalah tempat yang paling aman untuk dilintasi, tim SAR selalu siap menangani terjadinya kecelakaan di perairan tersebut,” ungkap Didi Hamzar. Latihan SAR tidak semata-mata mencari kekurangan ataupun kesalahan dalam penyelenggaraan operasi SAR, namun memperkirakan kemungkinan paling tinggi untuk bisa menemukan korban melalui kesiapan personil dan Alut.

Pada hari ke dua latihan, akan dilakukan simulasi operasi SAR kapal tenggelam di Selat Lombok, dimana BASARNAS akan menggerakkan Alut berupa Kapal SAR milik Basarnas Bali dan Mataram, Rigit Inflatable Boat (RIB) dan juga helikopter SAR. Dalam skenario latihan tergambar adanya sebuah kapal Fast Boat Eka Jaya 23 bertolak dari Pelabuhan Padangbai menuju Gili Trawangan mengalami kebocoran dan nyaris tenggelam, selanjutnya meminta bantuan SAR. Seluruh penumpang dan crew kapal yang bejumlah 40 orang melompat ke laut dengan menggunakan life vest. Tim SAR gabungan dikerahkan untuk menyelamatkan seluruh korban kapal naas tersebut.

1.4.jpeg

Giat yang digelar pada penghujung tahun 2018 ini, turut melibatkan potensi SAR dari 41 instansi, diantaranya dari Kodam IX Udayana, Lanal Denpasar, Lanud I Gusti Ngurah Rai, Pol Air Polda Bali, Sabhara Polda Bali, Angkasa Pura, Airnav, PT Pelindo III, ASDP Padangbai, BMKG, Otoritas Bandara Ngurah Rai, Kantor Navigasi Benoa, Polsek Kawasan Laut Benoa, dan instansi terkait lainnya. Lebih dari 137 orang berperan aktif mendukung terlaksananya latihan SAR bersama tesebut. (ay/ hms dps)

1.5.jpeg



Kategori General Artikel .
Pengunggah : ratri dwiyani
27 November 14:30 WIB