PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI CPNS BADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGAN TA 2018


ALAT CANGGIH BASARNAS DITERJUNKAN CARI BANGKAI KM SINAR BANGUN


TIGA RAS – Jumat (22/6) memasuki hari kelima tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun Badan Nasional Pencarian Pertolongan (Basarnas) bersama tim gabungan terus melakukan pencarian korban.

Pukul 10.35 WIB Posko Basarnas mendapatkan laporan bahwa telah ditemukan kembali barang yang diduga milik korban berupa helm. Barang tersebut ditemukan pukul 10.10 WIB.

Berdasarkan hasil evaluasi pencarian sebelumnya, untuk hari kelima tim gabungan melakukan pencarian di permukaan dan di bawah permukaan air. Pencarian di permukaan dilakukan sekitar bibir pantai dengan membagi tim menjadi 2 SRU dengan total luas pencarian mencapai 10-20 km.

Sementara pencarian di bawah permukaan air menggunakan alat yang bernama scan sonar. Alat ini memiliki fungsi mendeteksi benda-benda di bawah permukaan air. Tidak hanya itu, satu unit Helikopter milik Basarnas juga dikerahkan untuk melakukan pencarian melalui udara.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M. Syaugi,yang ikut melakukan pencarian di kapal mengatakan bahwa yang menjadi kendala dalam pencarian ini adalah kedalaman danau yang mencapai 500 meter. “Manusia biasa hanya mampu hingga kedalaman 50 meter sehingga diperlukan alat khusus, dari hari pertama hingga keempat kita memiliki alat yang bernama Remoted Underwater Operated Vehicle (ROV) itu kedalamannya bisa hingga 300 meter karena itu portable. Kalau yang fix kita punya bisa sampai 1000 meter tapi itu barangnya besar sekali”, jelasnya.

Syaugi menambahkan pada waktu penyelaman arus bawah air cukup deras sehingga korbannya diduga sudah terseret. Namun pencarian terus dilakukan. “Oleh karena itu kita akan searching kemanapun. Alat yang bernama scan sonar ini mampu menyapu kedalaman hingga 500 meter dan akan dilakukan selama 4 kali itu artinya bisa menyapu 1 km ke kiri dan 1 km ke kanan tentunya dengan kecepatan tidak lebih dari 5 knot. Dengan begitu kita harapkan dengan sapu berulang-ulang korban bisa segera ditemukan”, tegas Syaugi.

Setelah melakukan pencarian dengan menggunakan scan sonar, tim gabungan masih belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Dalamnya dasar air menjadi kendala dalam pencarian ini. Jika sebelumnya kedalaman mencapai 500 meter, setelah menyisir menuju tengah dasar air lebih dalam lagi mencapai lebih dari 600 meter sehingga alat yang digunakan saat ini belum dapat mendeteksi. Pencarian esok hari rencanaya masih akan menurunkan alat yang sama namun dengan kemampuan yang jauh lebih besar.

“Tadi kita menuju ke perkiraan tenggelamnya kapal ternyata di sekitar lokasi kedalamannya lebih dari 600 meter jadi alat ini tidak mampu mendeteksi namun untuk mencari besok akan kita ulangi lagi dengan menyisir daerah ini dan akan mengitari sekitanya untuk termasuk kita datangkan alat yang lebih besar dari ini. Kedalamannya lebih dari 1000 meter. Tadi saya juga lihat ada 20 kapal jadi antusias masyrakat itu tinggi untuk sama-sama mencari. Kita juga tetap lakukan pencarian, kalau di permukaan air pencarian terus dilakukan, sekarangpun kita tetap patroli kalau-kalau ada yg mengapung”, tuturnya.

Selain menemukan helm yang diduga milik korban. Tim gabungan juga menemukan barang lain berupa life jacket, ring bouy, dan sandal. (an)



Kategori Kecelakaan Pelayaran .
Pengunggah : dimas
22 June 6:30 WIB