AKTIVITAS GUNUNG AGUNG KEMBALI MENURUN, PERMINTAAN EVAKUASI JUGA BERKURANG


KARANGASEM - Tim SAR mengevakuasi seorang warga Dusun Kemoning, Desa Wanagiri, Bebandem yang mengalami depresi, Rabu (29/11). Sebanyak 5 orang personil bertolak dari pos aju selat dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 Wita. Setelah pendekatan secara perlahan, akhirnya perempuan paruh baya tersebut mau untuk dievakuasi. Dengan menggunakan rescue car double cabin, ia dibawa ke rumah sakit jiwa Bangli untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pada pagi harinya sekitar pukul 10.00 Wita, tim SAR gabungan sebanyak 5 personil bergerak dari di pos aju Rendang untuk melaksanakan relokasi pengungsi dengan menggunakan truk serbaguna BPBD Provinsi Bali. Setelah laporan dari warga diterima oleh petugas komunikasi di Pos Komando Tanah Ampo, ditindak lanjuti dengan menghubungi tim di pos aju Rendang untuk pergerakan menuju daerah yang dimaksud. Sebanyak 22 orang warga Banjar Angsoka, Desa Besakih, Kecamatan Rendang meminta untuk dipindahkan dari pengungsian di Banjar Candu, Rendang ke Desa Kubu, Bangli.

Evakuasi warga juga dilakukan di Banjar Angsoka Besakih menuju UPT Dinas Pertanian Rendang. Tim SAR dengan menggunakan truk angkut personil membantu 3 orang warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Sejak pagi sampai dengan pukul 18.00 Wita, total keseluruhan warga yang telah di relokasi maupun evakuasi berjumlah 26 orang. Tim SAR gabungan tetap melakukan siaga 24 jam di Posko Tanah Ampo dengan kekuatan personil 48 orang, pos aju Jasri 12 orang, pos aju Les 32 orang, pos aju rendang 30 orang dan 47 orang dari pos aju Selat.

Dua orang personil Basarnas yang siaga di posko pemantauan dan koordinasi Gunung Agung Bandara I Gusti Ngurah Rai, menyampaikan bahwa penerbangan kembali dibuka pada pukul15.00 Wita. Hasil rapat bersama EOC (Emergency Operation Center) Bandara I Gusti Ngurah Rai merupakan kajian bersama dari BMKG, PVMBG, Otoritas Bandara, Airnav dan instansi terkait lainnya.

Sementara itu laporan dari PVMBG pada periode pengamatan 06.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita merekam terjadinya kegempaan vulkanik dangkal 7 kali (amplitudo : 2-3 mm, durasi : 10-17 detik), vulkanik dalam 2 kali (amplitudo : 3-4 mm, S-P : 1-2 detik, durasi : 14-20 detik) dan tektonik jauh 1 kali (amplitudo : 11 mm, S-P : 14 detik, durasi : 70 detik). Teramati asap kawah bertekanan sedang berwarna kelabu dengan intensitas tebal dengan tinggi 1500-2000 m di atas puncak kawah. Tremor Menerus (Microtremor) juga terjadi dengan amplitudo 1-2 mm (dominan 1 mm). Meskipun sementara ini mengalami penurunan aktivitas vulkanik, statu Gunung Agung masih pada level IV (awas).

Kepala Kantor SAR Denpasar, Ketut Gede Ardana S.E. menyatakan bahwa tak ada pengurangan jumlah personil maupun alat utama (Alut). "Kondisi Gunung yang masih belum stabil mengharuskan tim SAR tetap pada kekuatan dan kesiapan yang maksimal, tentunya ini sejalan dengan instruksi Bapak Presiden Jokowi pada keterangan pers hari ini," terangnya saat ditemui di pos aju Selat. Menurutnya ancaman bahaya pada saat ini tidak bisa diprediksi, bisa tiba-tiba mereda dan suatu saat bisa kembali meningkat. "Sudah ada PVMBG yang memiliki kemampuan dan peralatan yang bisa mengamati aktivitas Gunung Agung, maka dari itu koordinasi terus dilakukan karena sangat berpengaruh pada rencana pergerakan tim SAR," tuturnya. Sempat ia mengingatkan kepada masyarakat sekitar dan relawan yang melintas di beberapa daerah terdampak abu vulkanik agar berhati-hati saat berkendaraan, mengingat jalanan menjadi licin karena tumpukan debu vulkanik yang terguyur hujan. " Tadi sore sempat ada kendaraan yang teroerosok, dan tim SAR gabungan membantu menarik mobil tersebut menggunakan truk angkut personil," imbuhnya.

Berdasarkan data rekapitulasi dari BPBD di Posko Siaga Darurat Gunung Agung di Tanah Ampo, hingga pukul 18.00 Wita total pengungsi sebanyak 43.358 orang dengan lokasi pengungsian berada di 229 titik. (ay/ hms dps)



Kategori Bencana .
Pengunggah : miko
29 November 21:50 WIB