BASARNAS KEMBALI MENGGELAR SIMULASI PENYELAMATAN KORBAN MENGGUNAKAN EVAKUASI MEDIS UDARA

Dihadapan rombongan Menteri Perhubungan Budi Karya Samadi dan Kepala Badan SAR Nasional beserta jajarannya, para rescuer Basarnas unjuk kemampuan dalam melakukan penyelamatan pemudik yang mengalami gangguan kesehatan.

Selain dari Basarnas, simulasi tersebut juga melibatkan beberapa unsur seperti TNI, Polri, PMI serta potensi SAR lainnya, dimana disimulasikan adanya korban yang mengalami henti jantung saat mengalami kemacetan luar biasa, sehingga dilakukan evakuasi medis udara menggunakan helikopter Dauphin milik Basarnas.

Selain itu juga tim mengevakuasi korban yang mengalami panas berlebihan serta kelelahan dengan membawa korban ke tim medis terdekat di Posko induk.

Simulasi ini digelar sebagai bentuk antisipasi munculnya kejadian yang tidak diinginkan seperti yang terjadi pada tahun 2016.

"Saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Basarnas,  kepolisian di Gringsing, ini seperti satu pusat kegiatan layanan masyarakat yang Insyaallah membuat layanan ini hebat dan semoga Allah memberikan pertolongan kepada kita " ujar Budi Karya usai menyaksikan simulasi yang digelar.

Sebelumnya rombongan Menteri Perhubungan dan Kabasarnas melakukan perjalanan darat dari Pemalang hingga Gringsing Batang dimana setelah merasakan langsung jalur tol fungsional,  Budi Karya menyatakan bahwa jalur tersebut hanya akan digunakan pada siang hari saja.

"Kami merekomendasikan untuk mulai hari ini jalur tol fungsional diganti namanya jadi jalur darurat, dan untuk jam 6 sore sudah harus ditutup, dibuka lagi jam 6 pagi" ungkap Budi Karya.

Senada dengan Menteri Perhubungan, Kapolda Jateng, Condro Kirono juga mengungkapkan bahwa tol belum siap dilewati malam hari.

"jam 6 sore jalur akan kami tutup dan memberikan kesempatan bagi Waskita untuk melakukan perbaikan, kemudian akan kami buka lagi pukul 6 pagi" kata Condro.

"Kami harapkan pengemudi melajukan kendaraannya pada kecepatan maksimal 50 km/jam, karena jika diatas  itu laju mobil tidak akan stabil. Apalagi Jawa Tengah ini adalah titik lelahnya pemudik. Jadi diharapkan pemudik melalui jalur darurat ini hanya pada siang hari. Namun kami tetap Siaga 24 jam dijalur darurat" tutup Condro.
INFORMASI PUBLIK
PEJABAT